HumasUIN – Sebanyak 315 mahasiswa aktif UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyatakan kesiapannya untuk terjun ke berbagai industri berskala nasional dan multinasional. Kesiapan ini dimatangkan melalui penyelenggaraan “Seminar Aksesibilitas Permagangan 2026” yang diinisiasi oleh Unit Pengembangan Keterampilan dan Karir (UKK) UIN SMH Banten. di Multifunction Hall pada Senin, (13/07/2026) Kegiatan ini menghadirkan praktisi langsung dari Engineering Career Center (ECC) Yogjakarta yang bertindak sebagai mitra kerja Prima Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama.
Ratusan mahasiswa tersebut nantinya akan difasilitasi untuk berkompetisi melalui platform resmi Kementerian Agama. Program Prima Magang PTKI, yang mengusung kepanjangan Professional Readiness Through Internship and Mentorship for Academics, merupakan langkah nyata pemerintah dalam membangun sinergi yang lebih erat antara institusi pendidikan tinggi keagamaan dengan sektor industri dan profesional.

Program ini dirancang khusus untuk mencetak talenta unggul yang benar-benar siap kerja melalui tahapan asesmen personal secara daring, pembekalan kompetensi, serta pendampingan secara profesional. Berbagai nilai tambah ditawarkan kepada peserta, mulai dari pengalaman praktik langsung di lapangan, pelatihan kecerdasan buatan untuk mendukung kesiapan kerja digital, peluang rekrutmen oleh perusahaan mitra, hingga konversi Satuan Kredit Semester (SKS) yang diukur berdasarkan bukti capaian kinerja nyata mahasiswa, bukan sekadar pemenuhan syarat administrasi belaka.
Antusiasme mahasiswa di seluruh Indonesia terhadap program magang ini tercatat sangat masif dan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Prima Magang PTKI, lonjakan jumlah calon peserta menunjukkan signifikansi partisipasi yang luar biasa. Kepala Subdirektorat Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Pendidikan Islam, Papay Supriatna, S.S., M.Pd., memaparkan bahwa tingginya angka pendaftar membuktikan besarnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya program magang bagi dunia akademik dan kemahasiswaan.
Papay Supriatna merinci bahwa saat ini terdapat 6.713 pendaftar, di mana 5.872 mahasiswa di antaranya telah mendapatkan rekomendasi resmi dari pusat pengembangan karir di perguruan tinggi masing-masing. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.037 mahasiswa telah resmi melamar ke berbagai mitra perusahaan. Tingginya angka partisipasi ini juga sejalan dengan kebutuhan krusial di era digitalisasi, di mana edukasi literasi digital dalam memperluas jejaring sangat menentukan tingkat keterserapan lulusan di pasar kerja, menjadikan magang sebagai titik awal yang sangat strategis.
Menanggapi peluang emas yang terbuka lebar ini, Kepala Unit Pengembangan Keterampilan dan Karir UIN SMH Banten, Dr. As’ari, SS., MSi., menegaskan signifikansi program ini bagi masa depan sivitas akademika. “Magang atau internship jembatan pengembangan keterampilan softskill dan hardskill di berbagai dunia kerja serta pengembangan karir bagi mahasiswa aktif dan bahkan alumni,” ungkap Dr. As’ari.
Melihat tingginya antusiasme dan semangat kompetisi saat ini, pihak universitas sangat optimistis mahasiswanya dapat bersaing dan menorehkan prestasi di tingkat nasional. “UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap masuk dalam top ten peminat permagangan,” tegas Kepala UKK UIN SMH Banten tersebut memungkasi.