Rektor UIN SMH Banten Tinjau KKN Nusantara 2026: Sinergi Akademisi dan Pemda Dorong Transformasi Banten Selatan

HumasUIN – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten beserta jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan seluruh Kepala Pusat LP2M se-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN/S) melaksanakan agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 2026. Kegiatan peninjauan lapangan ini difokuskan di dua wilayah, yakni Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung sejauh mana intervensi program mahasiswa mampu membawa perubahan nyata, sekaligus mengukur kesesuaian antara filosofi pengabdian masyarakat dengan realitas kebutuhan di daerah.

Dalam arahannya, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar penyelesaian program kerja praktis. Beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk memahami nilai filosofis dari kehadiran mereka di tengah masyarakat Banten Selatan.

Secara historis, wilayah ini memiliki kaitan erat dengan perjuangan Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam menyebarkan ajaran Islam melalui pendekatan tanpa kekerasan, atau yang dikenal dengan konsep penyebaran secara damai. Rektor menceritakan kembali sejarah akulturasi budaya di mana Sultan Maulana Hasanuddin menaklukkan Prabu Pucuk Umun bukan melalui peperangan senjata, melainkan melalui sarana adu ayam.

“Pengabdian kepada masyarakat pada aspek praktisnya adalah hal yang biasa, namun pada level filosofisnya, ini adalah tentang bagaimana kita membawa kebahagiaan di tengah masyarakat. Kehadiran KKN Nusantara di Banten Selatan sengaja dirancang agar mahasiswa dapat meneladani jejak dakwah Sultan Maulana Hasanuddin yang mengedepankan pendekatan damai tanpa pamrih,” ungkap Prof. Ishom.

Dirinya juga berpesan agar para mahasiswa rajin mencatat setiap pengalaman ke dalam buku log (logbook), karena catatan tersebut kelak akan menjadi literatur berharga bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dalam tentang peradaban masyarakat Banten bagian selatan.

Apresiasi tinggi turut datang dari Camat Leuwidamar, H. Agung Nugraha, S.KM., M.M. Ia menyatakan bahwa kehadiran ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru nusantara telah memberikan dampak positif, terutama dalam menjembatani kebutuhan informasi masyarakat dan mengurai permasalahan fundamental di wilayahnya.

Secara tidak langsung, Agung menyoroti beberapa sektor krusial yang membutuhkan sentuhan inovasi mahasiswa. Sektor tersebut meliputi aktivasi kembali situs web desa, edukasi kesehatan lingkungan untuk menanggulangi pembuangan sampah sembarangan, hingga sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, ia juga mendorong mahasiswa untuk memberikan motivasi di sektor pendidikan guna menekan angka putus sekolah yang masih tinggi.

“Mahasiswa adalah agen perubahan yang harus mampu mendobrak kebuntuan. Kami menantang mereka untuk berinovasi, misalnya bagaimana mengubah kebiasaan panen dari dua kali menjadi tiga kali setahun, hingga membantu mengurai tingginya angka stunting di Leuwidamar melalui pemahaman gizi yang tepat. Kehadiran mereka harus menjadi jembatan informasi dan pemasaran bagi hasil bumi kami agar lebih dikenal luas,” tegas H. Agung Nugraha.

Kehadiran mahasiswa KKN Nusantara ini juga memberikan angin segar bagi Kecamatan Cirinten. Pemerintah kecamatan setempat merasa sangat terbantu dengan sumbangsih tenaga, pikiran, dan inovasi yang dibawa oleh para akademisi muda tersebut.

Camat Cirinten, H. Sardi, S.Sos., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi para peserta KKN. Ia menegaskan bahwa sinergi antara mahasiswa dan aparatur desa terbukti ampuh dalam mempercepat realisasi program-program prioritas pemerintah kecamatan, mulai dari pembenahan administrasi, pendampingan masyarakat, hingga penggalakan program kesehatan primer. Menurutnya, kolaborasi ini membuka wawasan baru bagi warga desa dalam menghadapi tantangan zaman.

“Kehadiran mahasiswa KKN Nusantara ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif dan menjadi katalisator bagi kemajuan desa. Mereka tidak hanya membawa teori dari bangku kuliah, tetapi langsung turun tangan membantu menyukseskan program-program krusial kami di lapangan, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari ilmu yang mereka terapkan,” ujar H. Sardi.

Melalui program KKN Nusantara 2026 ini, diharapkan integrasi antara konsep eko-teologi, pelestarian sumber daya alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di Kabupaten Lebak dapat terus berlanjut, membawa Banten Selatan menuju kemajuan yang berkelanjutan.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323