HumasUIN – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FN IKA PTKIN) Se-Indonesia. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini digelar di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Senin, (13/07/2026).
Acara pengukuhan ini dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) dan Seminar Nasional yang mengusung tema “Rekonstruksi Peradaban Islam Untuk Membangun Dunia Baru” dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H / 2026 M. Kegiatan berskala nasional ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari para Guru Besar PTKIN, pengurus alumni se-Indonesia, serta tokoh-tokoh ormas Islam.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal FN IKA PTKIN, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., susunan organisasi ini diisi oleh deretan tokoh nasional, akademisi, dan pejabat publik. Dalam struktur tersebut, Rektor UIN Banten, Prof. H. Dr. Muhammad Ishom, M.A., secara resmi didapuk dan dikukuhkan sebagai salah satu Dewan Ahli Forum Nasional IKA PTKIN.
Ketua Umum FN IKA PTKIN terpilih, Dr. Drs. H. Idrus Marham, M.Sc., dalam sambutannya menegaskan tekadnya untuk membawa organisasi ini menjadi wadah yang profesional, cerdas, dan berkontribusi nyata bagi umat serta bangsa.
“Kita ingin mendesain organisasi ini sebagai sebuah organisasi yang ketika muncul orang berkata luar biasa karena ada prestasi. Anggotanya adalah para guru besar dan alumni perguruan tinggi, sehingga ke depan Forum Nasional IKA PTKIN memiliki pikiran-pikiran cerdas untuk melayani umat dan membangun bangsa,” ujar Idrus Marham.
Sementara itu, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang juga bertindak sebagai inspirator terbentuknya forum ini, memberikan arahan strategis mengenai Peran Alumni Terhadap Pengembangan Almamater.

Dalam pidatonya, Menag mengajak para alumni untuk membimbing generasi muda agar memiliki kedalaman spiritual di tengah derasnya arus dunia modern.
“Kita perlu perkenalkan suasana kebatinan, suasana spiritual, suasana kontemplatif pada kaum muda kita, sebab mereka itu ada keseimbangan antara dunia rasional yang sedemikian sophisticated-nya, tapi juga harus menemukan suasana kebatinan yang sedemikian dalamnya,” tutur Nasaruddin Umar.
Menag juga menambahkan pandangannya mengenai peran agama sebagai pemersatu, bukan pemecah belah.
“Agama sebaiknya kita tampilkan sebagai faktor centripetal-nya (menyatukan), jangan ditampilkan faktor centrifugal (memecar ke berbagai sudut). Kita harus membiasakan generasi muda jangan memaksakan sesuatu yang berbeda itu disamakan, tapi juga jangan memaksakan yang sama itu untuk dibedakan,” tegas Menag.
Setelah prosesi pengukuhan dan penyerahan bendera pataka kepada Idrus Marham, agenda FN IKA PTKIN akan dilanjutkan dengan sidang-sidang RAKERNAS untuk merumuskan program kerja strategis di masing-masing bidang.