04 Jun
105

Wakil Rektor III Luncurkan Buku "Menata Negeri Denagn Hati"

JAKARTA – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta elit politik meneladani jejak perjuangan Pahlawan Agus Salim. Sebagai tokoh nasional sampai akhir hayatnya tidak memiliki rumah, namun dia menolak disebut miskin, karena hidupnya bahagia dan mengaku hanya tidak memiliki uang.

“Kejujuran dan kesederhanaan Agus Salim harus ditiru. Sebagai pejuang yang mampu 12 bahasa sampai tidak punya rumah. Tapi, menolak disebut miskin karena hidupnya bahagia,” demikian Zulkifli dalam peluncuran buku karya Wakil Rektor UIN Sultan Hasanuddin Banten, Wawan Wahyuddin ‘Menata Negeri dengan Hati’ di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Kata Agus Salim menjadi pemimpin itu sebagai jalan untuk menderita. Hadir Ketua FPAN DPR Yandri Susanto, dan penulis Wawan Wahyuddin. PAN akan ikut menyebarkan buku ini.

Apalagi lanjut Zulkifli, pasca 20 tahun reformasi semua transaksional. “Mau jadi kepala daerah, kepala dinas, kepala sekolah, semua transaksional. Kalau kejujuran dan nilai-nilai luhur sudah hilang, itu tanda-tanda keruntuhan peradaban,” ujarnya.

Padahal, kalau semua bekerja dengan hati; pimpinan MPR, pimpinan DPR, pimpinan DPD dan wartawan bekerja dengan hati, maka akan melahirkan demokrasi yang setara, saling menghormati dan menghargai. “Kalau semua transaksional maka runtuhlah bangsa ini,” jelas Zulkifli. (http://poskotanews.com)