Rektor UIN SMH Banten Ajak Mahasiswa Teladani Api Nasionalisme Syekh Nawawi Al-Bantani

HumasUIN – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., mengajak seluruh sivitas akademika, khususnya para mahasiswa, untuk menggali dan meneladani “api nasionalisme” yang diwariskan oleh ulama besar dunia asal Banten, Syekh Nawawi Al-Bantani.

Pesan mendalam tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Studium Generale & Bedah Buku bertajuk “Menghidupkan Api Nasionalisme Syekh Nawawi Al-Bantani di Tanah Kelahiran: Jejak Lokal dan Dampak Global” yang berlangsung di Aula FUDA Lt. 2 Kampus 2 UIN SMH Banten pada Kamis, (4/6/2026)

Dalam pemaparannya, Rektor menjelaskan bahwa narasi nasionalisme Syekh Nawawi mungkin tidak akan ditemukan secara tekstual (harfiah) jika dicari dengan cara membaca yang biasa-biasa saja. Diperlukan ketajaman berpikir atau perspektif seorang ‘Kiai Waskito’ (ulama yang memiliki pandangan batin yang tajam) untuk memahami esensi perjuangannya.

“Kalau kita buka karyanya Syekh Nawawi, kita tidak akan menemukan kata ‘api nasionalisme’ secara tertulis. Namun, jika membaca kitab kecil beliau yang bernama Al-Futuhat Al-Madaniah pada cabang ke-40 (Fisyuk Bil’iman Syurab), beliau menguraikan tentang pentingnya menjaga martabat dari kungkungan kolonial (Al-Tiror Minaddin),” ujar Prof. Ishom.

Rektor menambahkan bahwa Syekh Nawawi memilih menetap di perantauan (Makkah) karena memandang kolonialisme sebagai bentuk penindasan yang merendahkan agama Allah (Iha Natun Lidhi Lillah). Hal inilah yang melandasi sikap menolak tunduk pada konstitusi kaum penjajah.

Lebih lanjut, Rektor menguraikan konsep nasionalisme Syekh Nawawi yang termaktub dalam pesan kalimat “Kun Ridhaan Wakomisan”. Beliau berpesan agar pakaian kebesaran, sorban, jubah, atau identitas yang melekat pada diri seorang muslim, pada hakikatnya harus dijadikan tameng untuk melindungi sesama saudara, baik dari segi keselamatan jiwa, harta, maupun keluarga.

Bahkan, melalui kiasan “Waj’alhu Mir’adam” (jadikan sebagai kaca/cermin), Syekh Nawawi digambarkan memiliki kepekaan batin atau ‘kaca benggala’ yang luar biasa untuk terus memantau dan memikirkan kondisi masyarakat di tanah kelahirannya, Banten, meskipun secara fisik beliau berada jauh di tanah suci.

Di akhir sambutan, Prof. Ishom berharap karakteristik berpikir Syekh Nawawi yang bersifat ‘Akademistis’ (perpaduan antara kecerdasan akademik yang ilmiah dengan pendekatan mistis/tasawuf makrifat) dapat menjadi ciri khas utama mahasiswa UIN SMH Banten.

“Pendekatan beliau bukan hanya doktrin akademik semata, tetapi ada kejernihan analisa batin. Mudah-mudahan ini menjadi penciri khas kita di Banten; akademis tapi mistis, dalam arti memiliki sudut pandang yang jernih karena menganalisa sesuatu tidak hanya menggunakan akal, melainkan juga dengan mata hati,” pungkas Rektor sembari membuka acara secara resmi dengan pembacaan basmalah.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323