Dorong Kemajuan Literasi dan Informasi Islam, Prodi IPII UIN SMH Banten Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

HumasUIN – Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) pada Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menjalani tahapan Asesmen Lapangan (AL) oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan evaluasi akademik ini diselenggarakan secara daring dengan berpusat di ruang laboratorium Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) pada hari Rabu, 15 Juli 2026, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 17 Juli 2026.

Acara pembukaan asesmen ini dihadiri secara langsung oleh Rektor UIN SMH Banten, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK), Dekan FAH beserta Wakil Dekan I dan II, Sekretaris LPM beserta jajarannya , jajaran Ketua Program Studi, tenaga pendidik, serta perwakilan mahasiswa. Adapun tim asesor BAN-PT yang bertugas melakukan penilaian dan verifikasi adalah Prof. Dr. Laksmi, SS., M.A. dari Universitas Indonesia dan Dr. Ai Rosita, ST., MT., MOS, MCE dari Universitas Widyatama Bandung.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., memberikan motivasi mendalam melalui kisah inspiratif tokoh sejarah Islam, Al-Waqidi. Sang Rektor mengisahkan bahwa Al-Waqidi merupakan sosok luar biasa yang memiliki koleksi manuskrip melimpah. Mengingat Al-Waqidi tidak memiliki bangunan fisik untuk menyimpan koleksinya, tokoh tersebut menginisiasi perpustakaan keliling bermodalkan unta sembari mencari donatur.

“Itulah hebatnya semangat keislaman, Al-Waqidi terus berkeliling membawa manuskrip perpustakaan keliling hingga akhirnya Khalifah Harun Ar-Rasyid mengangkatnya menjadi ketua perpustakaan. Momentum tersebut sekaligus mengubah fungsi Maktabah Baitul Hikmah menjadi pusat informasi Islam yang sesungguhnya,” tutur Prof. Ishom secara langsung di hadapan para peserta.

Secara tidak langsung, Prof. Ishom juga menegaskan bahwa kisah sejarah tersebut merupakan fondasi utama mengapa keilmuan perpustakaan di UIN Banten digabungkan dengan informasi Islam. Harapannya, para tenaga pendidik dan mahasiswa yang hadir saat ini dapat menjadi ‘Al-Waqidi Milenial’ yang mampu membangun peradaban demi kemajuan Islam. Mengingat program studi ini baru berjalan selama empat tahun dan sudah memiliki mahasiswa yang bersiap menjalani sidang munaqasyah, sang Rektor menitipkan harapan besar kepada para asesor agar proses akreditasi berjalan lancar dan memberikan hasil yang maksimal.

Menanggapi visi tersebut, Tim Asesor BAN-PT, Prof. Dr. Laksmi, SS., M.A., memaparkan pandangannya mengenai urgensi pengembangan ilmu perpustakaan secara lebih komprehensif. Pada era banjir informasi saat ini, ilmu perpustakaan dan informasi memegang peranan yang sangat sentral. Prof. Laksmi menekankan bahwa peran pustakawan jauh melampaui sekadar kegiatan fisik seperti menyusun buku di rak atau menata arsip.

“Kami memiliki peran penting dalam mengonstruksi pengetahuan yang ada di dunia ini. Bukan hanya mengklasifikasi, tetapi kita juga mengonstruksi bagaimana pengetahuan tersebut dapat dikonsumsi, dipahami, dan diinterpretasikan dengan baik oleh masyarakat luas guna membangun peradaban yang lebih baik,” tegas Prof. Laksmi.

Lebih lanjut, akademisi dari Universitas Indonesia ini menyoroti bahwa disiplin ilmu perpustakaan bersifat sangat multidisipliner. Prof. Laksmi mencontohkan perjalanan karier akademiknya sendiri yang berawal dari Sastra Prancis, berlanjut ke Ilmu Perpustakaan, dan bermuara pada Antropologi, namun tetap mampu meraih gelar profesor. Terkait mekanisme akreditasi, sang asesor menjelaskan bahwa tugas utama timnya adalah melakukan klarifikasi atas data borang yang telah dikirimkan oleh pihak universitas untuk tahun 2024 dan 2025, sementara penetapan nilai akhir mutlak berada di tangan validator pusat BAN-PT.

Pada kesempatan yang sama, asesor kedua, Dr. Ai Rosita, ST., MT., MOS, MCE, turut memberikan penekanan dari sudut pandang manajemen sistem informasi. Mengawali sesinya dengan candaan hangat mengenai namanya yang menyerupai singkatan Artificial Intelligence (AI), Dr. Ai Rosita menegaskan kembali fungsi tim asesor sebagai kepanjangan tangan negara untuk memverifikasi kesesuaian dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS).

Berdasarkan pengalamannya dalam menangani sistem manajemen dokumen elektronik di sektor industri, Dr. Ai Rosita menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar hukum dan tata kelola pengarsipan, seperti yang diatur oleh Undang-Undang serta regulasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Di dalam standar ISO, khususnya ISO 30301 tentang informasi terdokumentasi, setiap institusi maupun perusahaan dituntut untuk tidak hanya memahami proses bisnis, tetapi juga mengelola dokumentasi informasinya secara terstandar internasional,” ujar Dr. Ai Rosita dalam pemaparannya.

Ia menyarankan agar kurikulum program studi ini tidak hanya sekadar mengadopsi pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), melainkan juga secara proaktif merujuk pada standar dokumentasi yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Pendekatan yang komprehensif ini dinilai sangat krusial agar lulusan Ilmu Perpustakaan memiliki kompetensi yang tervalidasi dan siap bersaing di berbagai sektor industri maupun instansi pendidikan.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323