HumasUIN – Tim Pembinaan Kegiatan Mahasiswa (TPKM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan Rapat Koordinasi Mahasiswa guna memperkuat sinergi dan manajemen organisasi di lingkungan kampus. Kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen organisasi kemahasiswaan (Ormawa) ini berlangsung di Aula Training Center pada Rabu (13/05/2026).
Agenda ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Wakil Dekan III Fakultas Sains, Sekretaris TPKM, serta Kepala Bagian Akademik.
Ketua Pelaksana Rapat Koordinasi, Jamaluddin, M.E., dalam laporannya menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal setelah terbentuknya kepengurusan baru di tingkat universitas, baik SEMA, DEMA, maupun UKM. Ia menekankan pentingnya perubahan pola manajemen waktu mengingat durasi tahun anggaran 2026 yang menyisakan tujuh bulan lagi.

“Kita perlu mengubah pola agar agenda tidak menumpuk di penghujung tahun, seperti bulan November dan Desember. Hal tersebut sering kali membuat tim akademik kewalahan dalam proses administrasi dan pencairan anggaran. Oleh karena itu, penyusunan time schedule yang matang sangat diperlukan agar setiap kegiatan tidak saling bentrok,” ujar Jamaluddin.
Ia juga menambahkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tujuan yang jelas dan efisien dalam bekerja, terutama dengan memanfaatkan teknologi. Menurutnya, keberadaan organisasi kemahasiswaan bukan sekadar tempat berkumpul atau atribut formalitas, melainkan wadah untuk mencapai target kemajuan universitas secara nyata.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Dr. Dedi Sunardi, M.H., menegaskan bahwa tantangan inovasi ke depan akan semakin besar. Ia menjelaskan bahwa siklus organisasi mahasiswa harus selaras dengan periode anggaran negara yang berakhir setiap bulan Desember. Hal ini bertujuan agar penggunaan anggaran tertib dan tidak membebani kepengurusan di tahun berikutnya.

“Rapat koordinasi ini melibatkan seluruh elemen, termasuk Duta Kampus dan tim paduan suara, karena kita menginginkan adanya harmoni dan sinkronisasi dalam membangun kampus. Kita ingin semua berjalan beriringan tanpa ada program yang tumpang tindih,” jelas Dr. Dedi Sunardi.
Selain persoalan manajerial, Dr. Dedi juga memberikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh UKM, seperti capaian medali dari UKM Tapak Suci, kegiatan nasional UKM Prima, hingga kesuksesan UPTQ. Ia mendorong agar prestasi-prestasi tersebut didata dengan baik agar mendapatkan apresiasi yang layak dari pihak universitas.

Menghadapi ajang bergengsi Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porsi) Jawara yang melibatkan 18 PTKIN se-Jawa dan Madura, Wakil Rektor III meminta setiap organisasi untuk aktif melakukan pemetaan atlet dan talenta berbakat.
“Kita memiliki potensi besar di 27 cabang lomba, baik olahraga, ilmiah, maupun seni. Komunikasikan dengan universitas jika ada sumber daya yang layak diikutkan dalam kompetisi nasional maupun internasional. Harapan saya, ke depan tidak ada lagi kesulitan dalam mengidentifikasi SDM saat dibutuhkan untuk kompetisi,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Dr. Dedi menekankan pentingnya tertib administrasi, khususnya dalam penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (SPJ). Ia mengimbau agar setiap organisasi segera menyelesaikan laporan setelah kegiatan usai guna menjaga kelancaran alokasi anggaran pada tahap berikutnya. Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta desain program yang dinamis, produktif, dan akuntabel di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.