HumasUIN – Dalam rangka memperluas jejaring akademik dan memperkuat kontribusi lembaga terhadap ketahanan nasional, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., melakukan kunjungan audiensi ke Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Kawasan IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (03/06/2026).
Dalam kunjungan strategis tersebut, Rektor UIN SMH Banten didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK), Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), serta Tim Bagian Kerja Sama.
Kedatangan delegasi UIN SMH Banten disambut langsung dengan hangat oleh Rektor Unhan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., beserta jajaran pejabat teras Unhan, meliputi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Bidang Mitigasi, Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas (Karo Renkerma Humas), Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, serta Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Unhan.
Rektor Unhan, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan UIN SMH Banten. Menurutnya, sebuah kehormatan bagi Unhan dapat menerima kunjungan kerja guna mendiskusikan peluang kerja sama antar-perguruan tinggi pemerintah.

“Unhan berdiri kokoh di atas fondasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai universitas pemerintah, secara akademis kami berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), namun secara pembinaan kelembagaan kami berada di bawah Kementerian Pertahanan,” ujar Rektor Unhan.
Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho menjelaskan bahwa Unhan menerapkan standar kualifikasi yang sangat ketat dalam menjaring mahasiswa atau kadet, dengan menekankan aspek intelektualitas tinggi (minimal IQ 120). Saat ini, Unhan mengelola 9 fakultas dan 46 program studi di berbagai jenjang, mulai dari Diploma III (D3) hingga Strata Tiga (S3). Untuk program sarjana (S1), seluruh kadet mendapatkan beasiswa penuh, tinggal di asrama, dan disiapkan untuk berkarier menjadi perwira TNI dengan ikatan dinas.
Terkait peluang kerja sama, Rektor Unhan membuka pintu lebar-lebar bagi UIN SMH Banten untuk berkolaborasi dalam ranah pengabdian masyarakat, riset bersama, hingga program inovatif berupa sharing knowledge student discussion.
“Ke depan, kita bisa menginisiasi diskusi ilmiah antarmahasiswa (student discussion) via konferensi video (vicon). Formatnya, satu kelas mahasiswa dari Unhan dan satu kelas dari UIN SMH Banten saling memaparkan paper ilmiah bertema strategis dan memberikan tanggapan. Langkah ini efisien secara anggaran, sekaligus melatih mahasiswa berpikir kritis, saling mengisi, dan membangun kolaborasi keilmuan,” tambah Rektor Unhan.
Merespons sambutan tersebut, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., memaparkan bahwa maksud kedatangan mereka adalah untuk menyinergikan program-program kampus yang relevan dengan pilar ketahanan nasional. UIN SMH Banten memiliki kepedulian besar pada isu-isu kebangsaan, salah satunya melalui pusat studi moderasi beragama.
“Kami memiliki unit khusus yang fokus pada penguatan moderasi beragama untuk meng-counter gerakan radikal. UIN SMH Banten juga aktif terlibat dalam pembinaan mantan narapidana terorisme (napiter). Program-program ini sangat relevan dengan aspek ketahanan wilayah dan negara,” ungkap Prof. Ishom.
Prof. Ishom menambahkan bahwa penguatan kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi pengembangan akademik, khususnya pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN SMH Banten, tanpa menutup kemungkinan integrasi dengan disiplin ilmu humaniora dan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ishom juga mengulas sekilas sejarah historis UIN SMH Banten yang ternyata memiliki ikatan emosional yang kuat dengan unsur militer sejak awal berdirinya pada tahun 1964.
“Nama kampus kami diambil dari pendiri Kesultanan Banten pertama, yaitu Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati. Kampus ini awalnya didirikan atas kolaborasi erat antara tokoh masyarakat Banten dengan jajaran Komando Resor Militer (Korem). Hubungan historis ini menjadi modal sosial yang kuat bagi kami untuk melanjutkan kerja sama dengan Universitas Pertahanan,” jelasnya.
Saat ini, UIN SMH Banten memiliki 7 fakultas menuju 8 fakultas, yang tersebar di 3 lokasi kampus dengan total lahan mencapai 58 hektar. Kampus utama yang berlokasi di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) menjadi pusat pengembangan masa depan universitas dengan luas mencapai 40,6 hektar.
Menyambung penjelasan mengenai teknis operasional di lapangan, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Hidayatullah, M.P d., memaparkan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari penjajakan awal yang sebelumnya telah dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

Prof. Hidayatullah menggarisbawahi urgensi kehadiran Unhan untuk berkolaborasi dalam memetakan serta mendampingi masyarakat terkait kerawanan ketahanan wilayah di Banten. Beberapa isu krusial yang dihadapi di antaranya adalah alih fungsi lahan hutan perhutani, dinamika sosial di sekitar lahan garapan mantan napiter di Gunung Karang yang dibina BNPT, hingga ancaman keamanan lingkungan di kawasan konservasi.
“Di Banten terdapat beberapa titik rawan yang membutuhkan sentuhan multidisiplin. Contohnya di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), di mana sempat terjadi kasus pencurian badak bercula satu dan maraknya aktivitas ilegal warga di dalam hutan. Persoalan penguasaan lahan dan ketahanan wilayah ini bukan kapasitas kami sepenuhnya. Oleh karena itu, kami mengajak Unhan untuk bersinergi,” papar Dekan Saintek.
Pihak UIN SMH Banten berharap, melalui jejaring taktis yang dimiliki oleh Unhan dengan komando kewilayahan TNI—seperti Kodam, Korem, Kodim, hingga satuan khusus seperti Kopassus—koordinasi dan penanganan konflik wilayah berbasis pengabdian masyarakat dapat berjalan lebih cepat, aman, dan terukur. Dengan menjadikan masyarakat sekitar sebagai mitra dampingan, kontribusi nyata kedua perguruan tinggi diharapkan mampu memperkokoh ketahanan nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah Banten.