HumasUIN – Fakultas Sains UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menyelenggarakan seminar literasi Kitab Suci bertajuk “Rekayasa Peradaban dalam Perspektif Surat Nuh: Integrasi Sains, Teknologi, dan Spiritualitas” pada Senin (09/03/2026). Agenda akademik yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala Biro AAKK, Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dosen, serta ratusan mahasiswa yang memadati lokasi acara.
Dekan Fakultas Sains, Prof. Dr. H. Hidayatullah, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memiliki landasan berpikir yang komprehensif. Hidayatullah menyatakan bahwa dalam menjalani proses akademik, mahasiswa harus senantiasa mengedepankan aspek sains, spiritualitas, dan rasionalitas secara beriringan. Integrasi ketiga elemen tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Mahasiswa harus mampu memadukan antara ketajaman sains, kedalaman spiritual, dan kekuatan rasionalitas dalam setiap proses akademik yang dijalani,” tegas Hidayatullah saat memberikan arahan di hadapan peserta seminar.
Hidayatullah menjelaskan bahwa kajian mendalam terhadap Surat Nuh mengandung makna filosofis tentang cara manusia memperkuat keyakinan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, terdapat nilai keteguhan dalam menyampaikan kebenaran yang dapat menjadi inspirasi besar dalam membangun peradaban modern.
“Kajian terhadap Surat Nuh ini mengandung makna mendalam tentang bagaimana kita memperkuat keyakinan, mendekatkan diri kepada Allah, serta memiliki keteguhan dalam menyampaikan kebenaran. Nilai-nilai inilah yang menjadi inspirasi besar bagi kita dalam membangun peradaban melalui integrasi sains, teknologi, dan spiritualitas,” tambah Hidayatullah menjelaskan visi besar dari tema seminar tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Hidayatullah juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan, pimpinan rektorat, narasumber, serta panitia penyelenggara. Rasa bangga juga ditujukan kepada seluruh mahasiswa yang telah menunjukkan partisipasi aktif dalam menyukseskan seminar ini sebagai bagian dari upaya penguatan literasi kitab suci di lingkungan kampus.
Seminar ini menghadirkan pakar yang kompeten di bidangnya, yakni Dr. Nacep Suryana, M.Sc., yang merupakan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kehadiran Nacep Suryana memberikan perspektif teknis mengenai bagaimana teknologi masa lalu dalam Al-Qur’an dapat ditinjau melalui metodologi riset modern guna menciptakan rekayasa peradaban yang lebih berkelanjutan di masa depan.