HumasUIN – Panitia Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 2026 bergerak cepat mematangkan persiapan pengabdian kolaboratif nasional. Setelah sukses melakukan pemetaan (mapping) wilayah di kawasan Baduy, panitia menggelar rapat koordinasi hasil pemetaan di Gedung Rektorat UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Selasa (12/05/2026).
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Diktis Kemenag RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc. Hadir pula mendampingi, Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Kepala Biro AUPK, Sekretaris LP2M, Ketua Koordinator KKN Nusantara, serta jajaran panitia lokal dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Dalam arahannya, Dr. Nur Kafid menekankan bahwa aspek logistik dan transportasi peserta menjadi prioritas utama. Mengingat durasi pengabdian yang mencapai 40 hari, mobilisasi mahasiswa dari bandara atau stasiun menuju lokasi pembukaan di UIN SMH Banten harus terkoordinasi dengan matang.
“Kita harus memastikan teknis penjemputan dan pengantaran mahasiswa secara mendetail. Barang bawaan peserta yang banyak menuntut kesiapan armada yang memadai dari panitia lokal. Hal ini penting agar seluruh proses dapat dikoordinasikan dengan baik dan biaya transportasi dapat dipertanggungjawabkan secara transparan,” ujar Dr. Nur Kafid.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa skema biaya transportasi akan difinalisasi melalui pertemuan daring mendatang guna memberikan kepastian bagi tiap-tiap kampus pengirim.
KKN Nusantara 2026 kali ini menunjukkan inklusivitas yang kuat. Tercatat sebanyak 45 PTKIN telah mengonfirmasi kehadiran dengan total sementara 251 peserta. Jumlah tersebut juga mencakup delegasi dari perguruan tinggi keagamaan lain, seperti IAKN (Kristen) dan IHKN (Hindu).
“Jika terdapat kampus yang memiliki antusiasme mahasiswa tinggi melebihi kuota tersedia, kami menyediakan opsi untuk mengalihkan peserta ke program KKN kolaborasi lainnya, seperti KKN Persemakmuran. Prinsipnya, kita tidak ingin mengecewakan mahasiswa yang sudah bersemangat untuk mengabdi,” tambahnya.
Kepala Biro AUPK UIN SMH Banten, Dr. H. Zaenuri, S.Ag., M.Hum., menyatakan kesiapan penuh institusinya dalam memfasilitasi agenda nasional ini. Ia memandang KKN Nusantara sebagai momentum emas bagi mahasiswa untuk mengenal keragaman budaya di Banten, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak.

“Kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana secara optimal. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas akademik, tetapi menjadi pengalaman pengabdian yang berkesan seumur hidup bagi mahasiswa,” tutur Dr. Zaenuri.
Ia juga berharap prosesi pelepasan peserta nantinya dapat dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI sebagai simbol dukungan penuh negara terhadap pengabdian masyarakat berbasis moderasi beragama. “Kunci keberhasilan program ini adalah kekompakan. Dengan sinergi yang kuat antara panitia pusat dan lokal, tantangan seberat apa pun akan terasa ringan,” pungkasnya.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan agenda penyesuaian kalender akademik dan finalisasi Petunjuk Teknis (Juknis) sebagai pedoman resmi bagi seluruh peserta KKN Nusantara 2026.