HumasUIN – Bagian Akademik dan Tim Admisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan workshop peningkatan kapasitas bagi guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kabupaten Lebak. Kegiatan yang berlangsung di Kharisma Hotel Rangkasbitung pada Kamis, (7/5/2026) ini difokuskan pada implementasi program pengenalan kampus serta teknik assessment minat dan bakat siswa.
Ketua Majelis Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kabupaten Lebak, Erna Hervina Ahmad, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan tenaga pendidik saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan kurikulum dan persiapan siswa menuju jenjang perguruan tinggi.
Erna Hervina Ahmad menjelaskan bahwa di tengah kesibukan sekolah dalam mengelola pra-Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) serta pemilihan mata pelajaran bagi kelas X, guru BK memerlukan penyegaran motivasi dan keilmuan. Ia menekankan bahwa landasan utama dari program BK adalah pelaksanaan assessment yang tepat agar dapat memetakan potensi siswa secara akurat.

“Kita berharap dengan adanya peningkatan kapasitas ini, motivasi dan semangat kita untuk melakukan assessment sebagai landasan program BK bisa diperkuat. Hal yang paling utama bukan sekadar teknis tesnya, melainkan bagaimana implementasi dari hasil tes tersebut agar siswa di sekolah dapat menemukan potensi, bakat, dan minatnya sehingga mereka berkembang dengan lebih baik,” ujar Erna saat memberikan sambutan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan UIN SMH Banten, Ahmad Riyadi, S.Ag., mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan bentuk “turun gunung” pihak universitas untuk membenahi persoalan salah jurusan yang sering dialami calon mahasiswa. Ia menyoroti fenomena siswa yang merasa tertekan setelah diterima di jalur seleksi nasional namun tidak sesuai dengan minatnya.
Ahmad Riyadi menjelaskan bahwa guru BK memegang peranan krusial sebagai fasilitator, motivator, dan konsultan bagi siswa. Menurutnya, pemahaman mengenai sistem biaya pendidikan seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta karakteristik perkuliahan yang cepat juga harus dipahami oleh guru BK agar dapat diinformasikan kepada wali murid sejak dini.

“Tujuan kita mengumpulkan para guru BK adalah untuk membekali mereka dengan informasi lengkap mengenai perguruan tinggi. Kami ingin membantu guru agar mampu memetakan potensi diri siswa; mereka bisa apa dan mau ke mana. Selain itu, program ini diharapkan dapat membantu karir para guru melalui sertifikat kegiatan yang diberikan,” jelas Ahmad Riyadi.
Ahmad Riyadi juga memaparkan bahwa pascatransformasi menjadi universitas, UIN SMH Banten kini memiliki 39 program studi yang terdiri dari jenjang sarjana hingga pascasarjana. Pihak kampus berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan sekolah-sekolah di wilayah Banten demi memastikan transisi siswa menuju dunia perkuliahan berjalan lebih terarah dan minim kendala administratif maupun psikologis.
Kegiatan workshop ini diisi oleh narasumber ahli, yakni Dr. Ahmad Rofi Suryahadikusumah yang memaparkan materi mengenai perspektif dalam menentukan prospek masa depan siswa. Selain itu, hadir pula Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SMH Banten, Dr. Yayu Heryatun, M.Pd., yang turut memberikan penguatan materi kepada 17 perwakilan guru BK dari berbagai Madrasah Aliyah dan SMA di Kabupaten Lebak.

