HumasUIN – Tim Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kemahasiswaan (AAKK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan kunjungan benchmarking ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (11/12). Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Bagian Akademik UIN Banten, Ahmad Riyadi, diterima baik oleh jajaran Biro AAKK UIN Malang dalam audiensi kolaboratif yang digelar di ruang Biro AAKK kampus setempat.
Kunjungan ini bertujuan mempererat sinergi antarkedua perguruan tinggi dalam berbagai aspek strategis, termasuk pengelolaan akademik, layanan kemahasiswaan, kerja sama institusional, hingga manajemen kehumasan. Ahmad Riyadi, S.Ag menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kedua institusi dalam menghadapi tantangan layanan administratif dan akademik di tahun 2025.
“Ada banyak hal penting yang kita bahas bersama, terutama dalam evaluasi menyeluruh terhadap program-program prioritas tahun depan. Salah satunya adalah pengelolaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mahasiswa, yang menjadi fokus bersama dalam mendukung akses pendidikan yang inklusif,” ujarnya.
Selain itu, tim juga membahas implementasi Monitoring dan Evaluasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang penilaiannya telah dilaksanakan pada awal Desember 2025 lalu. Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro AAKK UIN Malang Ita Hidayatus Sholihah, S. Ag., M.M menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi kedua kampus memiliki banyak kesamaan mulai dari isu mahasiswa dan beasiswa hingga penyempurnaan layanan PPID.
“UIN Malang saat ini tengah dalam proses finalisasi kelengkapan dokumen serta penyempurnaan konten di laman PPID. Target kami, pada 2026, UIN Malang dapat meraih predikat terbaik dalam keterbukaan informasi publik,” ungkapnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penguatan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, responsif, dan berorientasi pada pelayanan prima bagi sivitas akademika.