HumasUIN – Dalam audiensi dan kolaborasi antara Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang digelar di ruang Biro AAKK UIN Malang, Kamis (11/12), muncul keprihatinan bersama terkait tren penurunan minat masyarakat untuk mendaftar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Nana Heryana, Pranata Humas UIN Banten, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar menjelang penerimaan mahasiswa baru adalah rendahnya minat masyarakat mendaftar ke kampus khususnya PTKIN. “Bukan hanya di UIN Banten, tapi banyak juga kampus tidak hanya PTKIN yang juga merasakan penurunan pendaftar, peminat calon mahasiswa baru cenderung stagnan bahkan menurun dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, UIN Banten telah menggelar berbagai upaya promosi, mulai dari konten media sosial, podcast, siaran radio, hingga kolaborasi dengan media lokal dan nasional. Namun, efektivitasnya masih perlu dievaluasi dan diperkuat.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas UIN Malang Imam Ahmad, M.Ag memaparkan strategi yang telah diterapkan kampusnya untuk menarik minat calon mahasiswa. “Kami terus mendorong strategi kehumasan berbasis digital, terutama melalui media sosial,” katanya. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah memperkenalkan fasilitas kampus terbaru seperti gedung-gedung modern yang nyaman dan representatif sebagai daya tarik bagi calon mahasiswa dan orang tua.
Selain itu, UIN Malang aktif mengundang sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur untuk datang dan melihat langsung kondisi kampus, fasilitas, serta lingkungan akademik yang disediakan. “Kami juga memberikan apresiasi khusus kepada lulusan pesantren, yang merupakan kelompok terbesar penyumbang mahasiswa baru kami,” tambahnya.
Sejak tahun 2020, UIN Malang telah memberikan beasiswa penuh kepada santri maupun siswa berprestasi di berbagai bidang. “Kami gratiskan biaya kuliah mereka hingga wisuda. Ini terbukti efektif dalam menarik minat calon mahasiswa berbakat sekaligus mendukung akses pendidikan tinggi yang adil,” pungkasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara kedua institusi dalam menyusun pendekatan terpadu guna mengatasi tantangan penurunan minat pendaftar dan memperkuat peran PTKIN dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak dan kompeten..