Studium Generale UIN SMH Banten: Kupas Jejak Sejarah 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari

HumasUIN – Dalam rangka memperkuat wawasan akademik dan melestarikan nilai-nilai sejarah perjuangan Islam di Nusantara, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan Studium Generale semester genap tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Gedung Rektorat pada Kamis, (18/06/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor, Wakil Rektor I, II, dan III, Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, seluruh Dekan Fakultas, seluruh Kabag, serta jajaran dosen dan mahasiswa di lingkungan UIN SMH Banten.

Untuk membedah materi yang mendalam, Studium Generale kali ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Ahmad Baso, M.A. selaku peneliti manuskrip Nusantara, dan Dr. H. M. Farid F. Saenong, M.A., Ph.D. selaku Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI.

Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang besar atas terselenggaranya acara ini. Rektor menyebut agenda ini sukses karena tetap dapat diselenggarakan secara baik di tengah-tengah pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).

Rektor menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari mandat Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka memperingati HAUL ke-400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari (Heritage 400). Peringatan ini tidak hanya diadakan di kampus UIN SMH Banten, melainkan juga di berbagai daerah yang pernah disinggahi oleh sang ulama besar, di mana Banten menjadi daerah pertama yang memulainya.

Dalam pidatonya, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A. mengupas tuntas keterkaitan erat antara Syekh Yusuf Al-Makassari dengan Banten, baik dari silsilah nama, hubungan keluarga, hingga kontribusi geopolitik masa lalu.

“Syekh Yusuf Al-Makassari nama lengkapnya adalah Asyekh Al-Haj Yusuf Abul Mahasin Tajul Kholwati Al-Makosari Al-Bantani. Dari sudut namanya, ada yang mencerminkan Banten, yaitu pertama Abul Mahasin. Semua Raja atau Sultan Banten itu semuanya pasti diawali dengan kata Abu, yang merupakan alam lakop yang diambil dari asma nama-nama Allah. Ketika Syekh Yusuf Al-Makassari menyebut Abul Mahasin yang artinya Bapaknya orang-orang yang sangat baik, ini membuktikan bahwa tokoh ini cukup berpengaruh di Banten,” ujar Rektor.

Rektor juga menambahkan bahwa Syekh Yusuf merupakan menantu dari Sultan Ageng Tirtayasa yang menikah dengan putrinya bernama Siti Syarifah. Selama menetap di Banten, Syekh Yusuf bertindak sebagai panglima perang yang disejajarkan dengan Pangeran Purbaya saat menghadapi konfrontasi dengan Sultan Haji yang kala itu berpihak pada VOC.

Dari sisi karakter, Rektor menilai bahwa keberanian dan ilmu perjuangan Syekh Yusuf banyak dipengaruhi oleh kultur lokal. Beliau juga dikenal sebagai tokoh yang sangat berpengaruh di mana pun berada, mulai dari Makassar, Banten, Sri Lanka, hingga tempat pengasingan terakhirnya di Tanjung Harapan, Afrika Selatan.

“Dari sisi keberaniannya, itu mewarisi jawara Banten, ilmu kejawaraannya saya kira lebih banyak lahir dari Banten daripada orang Makassar. Pengaruhnya luar biasa, di manapun tempat selalu menjadi tokoh. Bahkan konon orang-orang Afrika Selatan itu kalau shalat menghadap kiblatnya bukan ke arah Mekah tapi ke arah Banten, karena salah satu kepercayaan mereka menghormati sumber datanya Islam yaitu Syekh Yusuf Al-Makassari,” jelas Prof. Ishom.

Melalui momentum Studium Generale ini, Rektor berharap agar mahasiswa UIN SMH Banten dapat membedakan sejarah tokoh-tokoh besar agar tidak terjadi kekeliruan silsilah di masa mendatang. Pembelajaran ini penting agar generasi muda tidak tertukar antara Sultan Hasanuddin di Makassar dengan Sultan Maulana Hasanuddin di Banten, serta antara Syekh Yusuf dengan Maulana Yusuf.

“Biar juga mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini tidak kebalik, karena di Makassar juga ada namanya Sultan Hasanuddin. Di sana ada Syekh Yusuf yang juga seringkali orang salah persepsi dengan Maulana Yusuf di sini. Kalau Maulana Yusuf ini adalah buyut dari Sultan Ageng Tirtayasa yang memiliki menantu bernama Syekh Yusuf. Jadi ini sosok yang berbeda, tapi seringkali orang kebolak-balik,” tegas Rektor.

Di akhir sambutannya, Rektor berharap seluruh civitas akademika dapat meneladani keulamaan dan keberanian Syekh Yusuf Al-Makassari, serta mendapatkan keberkahan dari perjuangan hidupnya. Acara Studium Generale ini kemudian dibuka secara resmi secara bersama-sama sebelum dilanjutkan ke sesi pemaparan materi oleh para narasumber.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323