HumasUIN – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) bersinergi dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 2026. Pertemuan ini dilaksanakan di Aula Hotel Horison, Serang, pada Senin malam (11/05/2026).
Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., secara resmi membuka acara tersebut sekaligus menyambut mandat bagi universitas yang dipimpinnya sebagai tuan rumah pelaksanaan KKN Nusantara tahun ini.
Kegiatan berskala nasional ini dihadiri secara daring oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., dari Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI. Sementara itu, hadir secara langsung Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Diktis Kemenag RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., didampingi jajaran pimpinan UIN SMH Banten, di antaranya Wakil Rektor I dan II, Kepala Biro AUPK, Sekretaris LP2M, serta jajaran panitia lokal.

Dalam laporannya, Dr. Nur Kafid menyampaikan bahwa koordinasi ini diikuti secara langsung oleh perwakilan dari 38 perguruan tinggi, sementara sisanya mengikuti secara daring dari total 59 PTKIN di seluruh Indonesia. Fokus utama pertemuan adalah mematangkan finalisasi Petunjuk Teknis (Juknis), mekanisme rekrutmen mahasiswa, hingga sinkronisasi kuota peserta.
KKN Nusantara 2026 dirancang secara khusus untuk menjawab instruksi Presiden RI terkait pengentasan kemiskinan ekstrem. Selain itu, program ini membawa misi penguatan nilai-nilai ekoteologi, kerukunan, serta moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Pemetaan sosial (social mapping) menjadi tahapan krusial yang akan kami laksanakan di lokasi sasaran. Hal ini guna memastikan kesiapan posko serta mengidentifikasi potensi program yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat,” tegas Dr. Nur Kafid.
Menariknya, KKN kali ini juga menarik minat Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) dari agama lain, seperti IHKN dan IAKN Manado, yang berencana bergabung dalam bingkai kolaborasi lintas agama. Sebagai tuan rumah, mahasiswa UIN SMH Banten akan ditempatkan di setiap kelompok sebagai pemandu wilayah (local guide) guna mempermudah adaptasi peserta dari luar daerah.
Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., memberikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Banten sebagai lokasi pengabdian nasional. Ia menekankan bahwa wilayah Lebak, khususnya kawasan masyarakat adat Baduy, dipilih karena relevansinya yang sangat kuat dengan tema ekoteologi.

Masyarakat Baduy memiliki filosofi hidup yang sangat menjaga alam, sebagaimana tertuang dalam pepatah kuno: “Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak” (gunung tidak boleh dihancurkan, lembah tidak boleh dirusak). Prinsip ini dinilai menjadi materi pembelajaran yang kaya bagi mahasiswa dalam memahami pelestarian lingkungan berbasis teologi.
“Banten memiliki sejarah yang kuat, mulai dari era kejayaan Sultan Ageng Tirtayasa hingga keragaman budaya di Banten Lama. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman luar biasa selama 40 hari mengabdi di laboratorium sosial ini,” ungkap Rektor.
Ia juga berharap kehadiran delegasi dari seluruh penjuru tanah air tidak hanya memberikan kontribusi pemikiran, tetapi juga membantu mempromosikan potensi Banten yang kini terus bertransformasi menjadi kawasan industri dan pariwisata yang modern.
Rangkaian Rakor ini dijadwalkan berlangsung intensif hingga Selasa malam, yang akan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan guna melihat langsung kondisi geografis dan aksesibilitas lokasi pengabdian.
Output akhir dari kegiatan ini adalah penandatanganan dan distribusi juknis secara resmi. Dengan demikian, setiap perguruan tinggi pengirim diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan seleksi ketat serta pembekalan internal bagi mahasiswa sebelum akhirnya diterjunkan ke “Bumi Jawara” pada pelaksanaan mendatang.