HumasUIN – Jajaran pimpinan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan kunjungan resmi ke Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam rangka audiensi strategis mengenai pengembangan sumber daya manusia melalui program beasiswa pendidikan. Pertemuan yang membahas rencana pemberian beasiswa bagi 350 mahasiswa ini berlangsung khidmat di Pendopo Bupati Kabupaten Tangerang pada Rabu, (04/03/2026).
Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. Muhammad Ishom, M.A., dalam paparannya menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang. Beliau menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara institusi akademis dan pemerintah daerah demi kemajuan putra-putri daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang karena telah diterima dengan sangat baik. Kami berharap jalinan kehangatan dan silaturahmi ini dapat terus dipelihara serta ditingkatkan sebaik mungkin di masa depan,” ujar Prof. Ishom dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Prof. Ishom menjelaskan bahwa kontribusi mahasiswa asal Kabupaten Tangerang di UIN SMH Banten cukup signifikan dari total populasi mahasiswa yang ada saat ini. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah sangat dinantikan.

“Alhamdulillah, kami pimpinan UIN SMH Banten dapat bersilaturahmi langsung kepada Bapak Bupati. Perlu diketahui bahwa saat ini kami memiliki lebih dari 15 ribu mahasiswa, dan persentase yang cukup besar di antaranya berasal dari Kabupaten Tangerang. Kami sangat mengharapkan adanya perhatian khusus dari Pemkab Tangerang kepada para mahasiswa tersebut. Selain itu, kami juga sedang merancang pembangunan masjid kampus dan menawarkan kepada pihak Pemkab jika ingin menitipkan amal jariyah, kami akan menerimanya dengan senang hati,” tambah Rektor.
Senada dengan Rektor, Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Dr. Dedi Senardi, turut memaparkan keunggulan akademis yang dimiliki kampus. Beliau menjelaskan bahwa UIN SMH Banten kini telah memiliki enam fakultas yang komprehensif, mulai dari Fakultas Syariah, Tarbiyah dan Keguruan, Ushuluddin dan Adab, Dakwah, Ekonomi dan Bisnis Islam, hingga Fakultas Sains dan Teknologi.
“Biaya pendidikan di tempat kami sangat terjangkau jika dibandingkan dengan perguruan tinggi besar lainnya. Sebagai gambaran, biaya tertinggi di Fakultas Sains dan Teknologi hanya berkisar di angka 5 juta rupiah. Kami sangat mengharapkan adanya kolaborasi dengan Pemkab Tangerang untuk mengajak siswa-siswi di sekolah-sekolah melanjutkan pendidikan tinggi ke UIN SMH Banten,” jelas Dr. Dedi.
Dukungan administratif dan teknis juga disampaikan oleh Kepala Biro AAKK UIN SMH Banten, Dr. Hj. Siti Aminah. Beliau merinci dua poin utama permohonan kerja sama, yakni bantuan beasiswa bagi mahasiswa asal Tangerang serta pembukaan akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Tangerang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tangerang, Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., menyambut positif inisiasi tersebut dan memaparkan komitmen kuat Pemkab Tangerang dalam sektor pendidikan. Beliau menegaskan bahwa meskipun terdapat tantangan anggaran, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
“Meskipun ada pengurangan dana dari pusat yang cukup besar, saya tetap konsisten terhadap tiga hal utama: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ketiga hal ini tidak boleh berkurang dukungannya. Bahkan untuk tahun 2026 ini, kami terus meningkatkan jangkauan program secara bertahap,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati juga menjelaskan bahwa program beasiswa merupakan bagian dari visi besar pemda untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah. Beliau merujuk pada kesiapan seleksi beasiswa yang akan dilakukan secara ketat namun tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Terkait beasiswa ini, insya Allah akan kita jalin kembali komunikasinya. Program ini sudah disiapkan, namun memang harus melalui proses seleksi yang ketat karena peminatnya luar biasa banyak. Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat belajar dengan tenang. Tahun ini bahkan ada program gratis selama kuliah tanpa dibebankan satu rupiah pun. Prinsip kami jelas, jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Kami juga memastikan kualitas antara sekolah negeri dan swasta tetap sama agar daya tampung pendidikan kita semakin luas,” pungkas Bupati Tangerang.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret bagi kedua belah pihak dalam mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Tangerang.