Dirjen Anggaran Kemenkeu RI Tekankan Urgensi Digitalisasi dan Kemandirian Tata Kelola UIN SMH Banten

HumasUIN – Anggota Dewan Pengawas UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten sekaligus Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI, Dr. Luky Alfirman, ST., MA., memberikan arahan strategis dalam Rapat Kerja UIN SMH Banten pada Rabu malam (04/02/2026). Dirinya menekankan bahwa transformasi menuju tata kelola yang lebih mandiri dan profesional merupakan keharusan di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang kian ketat.

Dalam pemaparannya, Dr. Luky menyoroti dinamika status Badan Layanan Umum (BLU) yang kini disandang universitas. Sosok yang juga pakar keuangan negara ini menjelaskan bahwa status ini menawarkan fleksibilitas sekaligus tanggung jawab besar dalam pengelolaan rumah tangga lembaga secara independen. “Selalu ada positif negatifnya, silakan ditimbang-timbang. Kami mau lebih independen, kami pengen mengatur rumah tangga kami dengan lebih baik lagi,” ujarnya saat menggambarkan semangat kemandirian institusi.

Menurutnya, status BLU bukanlah akhir dari tujuan, melainkan alat untuk mencapai akuntabilitas yang lebih tinggi melalui pantauan tata kelola yang ketat. Dr. Luky menegaskan bahwa keleluasaan yang diberikan negara harus dimanfaatkan untuk mengatur rumah tangga sendiri dengan lebih baik. Hal ini selaras dengan data kebijakan fiskal yang menunjukkan adanya alokasi besar untuk penguatan SDM dan pendidikan melalui KIP Kuliah serta bantuan pendidikan lainnya.

Namun, Dirjen Anggaran ini memberikan peringatan mengenai konsistensi performa lembaga yang harus tetap terjaga agar tidak mengalami penurunan status. Dirinya menyatakan bahwa status tersebut bersifat dinamis dan dapat ditinjau kembali jika kinerja universitas dianggap tidak memenuhi standar yang ditetapkan. “Jangan sampai kita dianggap ‘merah’ bener-bener. Nanti status baru Bapak Ibu bisa dicabut, bisa turun lagi statusnya. Itu sesuatu yang fair dan harus kita sadari urgensinya,” tegas Dr. Luky.

Terkait efisiensi anggaran, dirinya mendorong percepatan digitalisasi di lingkungan kampus sebagai langkah nyata modernisasi birokrasi. Dr. Luky membagikan pengalaman di Kementerian Keuangan yang mampu menghemat anggaran hingga ratusan miliar rupiah hanya dengan beralih dari penggunaan kertas ke sistem nirkertas. Baginya, penggunaan teknologi informasi akan membuat lembaga jauh lebih efisien dan produktif dalam melayani sekitar 12.000 mahasiswa.

Digitalisasi juga dipandang olehnya sebagai kunci untuk menghadapi tantangan akademis masa kini, termasuk fenomena kecerdasan buatan (AI) yang mulai merambah dunia kampus. Dr. Luky menekankan bahwa pengelola kampus tidak boleh tertinggal oleh kemajuan teknologi agar tidak kehilangan relevansi dalam mendidik mahasiswa. “Gimana caranya tahu mahasiswa kita memakai AI apa tidak? Ya kita juga harus tahu. Kalau kita tidak tahu, ya kita dibohongi,” tuturnya mengingatkan pentingnya literasi digital.

Lebih lanjut, tokoh ini mengapresiasi komposisi pengurus dan rektorat UIN SMH Banten saat ini yang dinilainya membawa semangat perubahan yang segar. Dirinya melihat adanya potensi besar dari para pimpinan yang memiliki jiwa muda untuk melakukan terobosan baru dalam meningkatkan daya saing kampus. Dirinya meyakini bahwa semangat perubahan tersebut didukung oleh pengalaman dan sumber daya yang dimiliki oleh jajaran Dewan Pengawas.

Sebagai langkah jangka pendek, Dr. Luky mengajak seluruh jajaran untuk merancang rencana kerja yang realistis namun tetap progresif untuk membantu UIN SMH Banten “naik kelas”. Menurutnya, awal tahun merupakan momentum yang sangat tepat (very timely) untuk mulai merancang rencana kerja dan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA). Dirinya menekankan pentingnya penetapan target yang jelas agar perkembangan universitas dapat dipantau secara berkala oleh dewan pengawas.

Menutup pemaparannya, Dr. Luky berkomitmen untuk melakukan peninjauan secara formal dan lebih mendalami karakter bisnis serta potensi aset yang dimiliki UIN SMH Banten yang mencapai Rp1,3 triliun. Dirinya meyakini bahwa dengan kolaborasi yang kuat, target untuk menjadi kampus yang kompetitif dan unggul dapat tercapai secara bertahap. “Kita bikin peta jalannya, tidak mungkin langsung semalam. Tapi jika kita mulai sekarang, saya yakin kita bisa mencapai hasil yang maksimal,” pungkasnya.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323