Dr. Ruchman Basori: Indonesia Emas 2045 Mustahil Terwujud Tanpa SDM Berkualitas di Perguruan Tinggi

HumasUIN – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten sekaligus Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag., mendorong civitas akademika UIN SMH Banten untuk segera melakukan lompatan besar dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam Rapat Kerja yang digelar oleh UIN SMH Banten di Mercure Tangerang pada Rabu malam, (04/02/2026). Hal tersebut ditegaskan dalam arahan strategis mengenai penguatan institusi melalui layanan bantuan dan beasiswa di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam pemaparannya yang membakar semangat, Dr. Ruchman Basori menekankan bahwa visi Indonesia Emas 2045 hanyalah sebuah angan-angan tanpa ketersediaan SDM yang berkualitas dan kompetitif di kancah global. Beliau memandang bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi unggul yang mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Kejayaan UIN SMH Banten, menurut Ruchman, sangat bergantung pada kemauan dan komitmen kolektif dari seluruh komponen kampus, mulai dari jajaran pimpinan hingga tenaga kependidikan terkecil. Beliau mengingatkan bahwa sebuah institusi besar tidak akan mampu melangkah jauh jika masing-masing individu di dalamnya masih bekerja secara sektoral atau mementingkan ego fakultas di atas kepentingan universitas.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa ketersediaan SDM yang berkualitas. UIN Banten tidak akan hebat kalau dosennya tidak berkualitas, dosennya kemauannya rendah. Tugas Pak Rektor adalah yang selama ini masih memikirkan diri sendiri, fakultas sendiri, harus kita ambil menjadi kemauan UIN, menjadi komitmen bersama,” ujar Ruchman dengan nada tegas di hadapan para hadirin.

Lebih lanjut, Dr. Ruchman Basori menyoroti data memprihatinkan mengenai rasio pendidikan strata tiga (S3) di Indonesia yang masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga maupun negara maju. Ia berpendapat bahwa ketertinggalan ini harus segera dikejar dengan cara mempermudah akses bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi melalui berbagai skema pembiayaan.

Sebagai solusi konkret, Ruchman memaparkan tiga instrumen kunci yang dapat diakses oleh seluruh civitas akademika UIN SMH Banten, salah satunya adalah Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Program ini mencakup beasiswa penuh untuk jenjang S1 hingga S3, baik di kampus dalam negeri maupun luar negeri, yang diharapkan dapat menjadi katalisator dalam menciptakan akademisi kelas dunia.

Selain itu, ia menjelaskan keberadaan program riset kolaboratif antara LPDP dan Kementerian Agama yang kini dikelola oleh Puspenma dengan plafon anggaran yang sangat signifikan, yakni berkisar antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar per riset. Ruchman mengkritik keras tradisi riset skala kecil dan mendorong para dosen untuk lebih berani mengambil tantangan riset yang berdampak pada kebijakan nasional maupun kebutuhan industri.

Optimalisasi program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah juga menjadi fokus utama dalam arahannya guna memastikan akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu tetap terjamin dan merata. Beliau menyampaikan bahwa UIN SMH Banten harus bertransformasi menjadi pusat pendidikan yang inklusif, namun di saat yang sama mampu melahirkan lulusan-lulusan berprestasi yang ia sebut sebagai “para bintang”.

Secara tidak langsung, Dr. Ruchman Basori juga menitipkan pesan reflektif kepada setiap pejabat dan staf agar selalu mempertanyakan kontribusi nyata yang telah mereka berikan bagi kemajuan institusi. Baginya, pencapaian akreditasi unggul yang diraih kampus bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan sebuah amanah teologis untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat dan agama.

“Mulai hari ini, kita sudah harus mengerahkan sumber daya, menarik masuk sebanyak-amnyaknya untuk program kita. Jangan seperti pemain alam, tapi betul-betul didesain. Kaprodinya bergerak, pegawainya bergerak, dewasnya bergerak,” tegasnya saat menutup rangkaian arahan tersebut dengan penuh optimisme.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323