FadaNews – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menggelar Simulasi Klaster Kebencanaan Penanganan Gempa dan Tsunami. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Fakultas Dakwah dan diikuti oleh puluhan mahasiswa serta dosen pendamping, Jumat (12/6).
Berlangsung selama empat jam, simulasi ini mempraktikkan secara langsung langkah-langkah kesiapsiagaan dan penyelamatan diri saat gempa bumi terjadi. Mahasiswa diperagakan bagaimana harus bertindak dan menyelamatkan diri ketika gempa melanda saat mereka sedang berada di dalam kelas.
Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, M.Si., menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk menanamkan kesiapsiagaan kepada civitas akademika, khususnya Generasi Z. Ia menekankan bahwa mitigasi bencana adalah tanggung jawab kolektif.
“Penanganan bencana di daerah bukan hanya tugas BPBD, melainkan tugas kita semuanya, termasuk tokoh masyarakat dan mahasiswa. Kami ingin mengajak Generasi Z bahwa mereka harus menjadi leader atau pelopor di daerah masing-masing,” ujarnya disela kegiatan.
Lutfi menambahkan, pemahaman kebencanaan harus tertanam kuat hingga ke alam bawah sadar masyarakat. Oleh karena itu, edukasi ini terus digalakkan sejak usia dini, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA.
“Kami tidak hanya bermain di level mahasiswa, tapi juga masuk ke sekolah-sekolah. Tujuannya agar ketika terjadi bencana, reaksi pertama mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan. Kami berharap rekan-rekan mahasiswa ini menjadi leader di tempatnya masing-masing, tidak hanya saat terjadi bencana alam, tetapi juga bencana sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Prodi PMI Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Gian Nova Sudrajat Nur, M.Hum., menyatakan bahwa pihak kampus sangat mendukung penuh inisiatif kolaborasi ini.
“Harapan kami dari program studi, mahasiswa memiliki kemampuan secara praktis dalam penanganan ketika terjadi bencana. Selain itu, agar mahasiswa mampu menjadi kader yang memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait mitigasi dan penanggulangan bencana,” ungkap Gian.
Menutup kegiatan, Gian memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya simulasi ini. Ia berharap sinergisitas antara kampus dan BPBD Banten dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana di Provinsi Banten.