Transformasi Digital dan Mutu: UIN Banten Siap Adopsi Standar Global ISO Melalui Sinergi dengan IAIN Pontianak

HumasUIN – Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bersama Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) melakukan studi tiru ke IAIN Pontianak guna mempersiapkan sertifikasi ISO bertaraf internasional. Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis kampus dalam meningkatkan mutu tata kelola dan layanan pendidikan.

IAIN Pontianak dipilih sebagai rujukan karena telah lebih dahulu mengantongi sertifikasi ISO sejak 2015, baik untuk manajemen pendidikan maupun layanan pendidikan. Rombongan UIN Banten diterima oleh Wakil Rektor I, Dr. Ali Hazmi, bersama jajaran pimpinan, di antaranya Kepala Biro, Kepala Lembaga, serta pengurus Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Rektor UIN Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan sharing dan pembelajaran mengenai implementasi ISO, khususnya dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa meskipun UIN Banten telah berstatus universitas, hal tersebut tidak serta-merta menjadikan semua aspek telah terpenuhi secara optimal.

“Kami masih perlu banyak belajar, terutama terkait internasionalisasi dan penerapan ISO dari kampus yang telah lebih dulu berkembang. Kami juga berharap ada tindak lanjut terkait kebutuhan teknis ISO ke depan,” ujarnya.

Selain itu, pihak UIN Banten juga menyatakan komitmennya untuk turut mendukung IAIN Pontianak dalam proses pengembangan kelembagaan menuju transformasi menjadi universitas.

Menanggapi hal itu, Kepala LPM IAIN Pontianak,Prof. Dr. M. Edi Kurnanto, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa pada tahap awal pengurusan sertifikasi ISO 9001:2015 untuk manajemen pendidikan dan ISO 21001:2018 untuk layanan pendidikan, pihak kampus menggandeng lembaga pendamping profesional, yakni PT Dikra.

“Pendamping ini berperan penting, termasuk dalam menjembatani komunikasi dengan asesor sebelum asesmen lapangan dilakukan,” ujarnya.

Setelah memperoleh sertifikasi, kampus wajib menjalani audit surveillance secara berkala. Audit ini bertujuan memastikan keberlanjutan standar mutu dan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan ISO.

Beberapa dokumen utama yang harus disiapkan antara lain pedoman tata kelola seperti Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Induk Pengembangan (RIP), siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berupa dokumen Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), serta tindak lanjut atas temuan dalam proses sertifikasi sebelumnya.

IAIN Pontianak sendiri telah menjalani reakreditasi ISO hingga tiga kali, menandakan konsistensi dalam menjaga standar mutu yang ditetapkan.

Wakil Rektor I IAIN Pontianak, Ali Hazmi, menambahkan bahwa kampusnya menerapkan model sertifikasi ISO secara universal, yakni mencakup seluruh fakultas secara bersamaan. Model ini dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan per unit yang membutuhkan waktu lebih panjang dan proses berkelanjutan di masing-masing fakultas.

“Pendekatan universal ini memungkinkan standarisasi mutu dilakukan secara serentak di seluruh unit akademik,” katanya.

Model sertifikasi menyeluruh inilah yang menjadi perhatian utama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk diadopsi dalam waktu dekat, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan kualitas layanan pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323