FadaNews – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melakukan kunjungan kelembagaan ke Fakultas Dakwah (Fada) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (20/5), dalam rangka penguatan kapasitas institusi dan pertukaran praktik baik pengelolaan fakultas.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Dekan FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., didampingi Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Gustin, M.Pd. Rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan Fada UIN Banten, mulai dari Dekan Prof. Endad Musaddad, para Wakil Dekan, hingga Kepala Laboratorium dan staf akademik.
Dalam sambutannya, Prof. Rusydi menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang diberikan pihaknya. “Terima kasih kepada Fakultas Dakwah UIN Banten atas sambutan luar biasa ini. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk mempelajari best practices dalam pengelolaan fakultas, pengembangan kurikulum, serta penguatan laboratorium dan riset dakwah,” ujarnya.
Prof. Rusydi juga memaparkan profil singkat FDKI IAIN Babel, termasuk tantangan dan peluang pengembangan dakwah di wilayah kepulauan. Ia menekankan pentingnya adaptasi metode dakwah di tengah masyarakat multikultural Bangka Belitung, serta peran strategis prodi KPI dalam mencetak komunikator dakwah yang kompeten dan berdaya saing.
Menanggapi hal tersebut, Dekan Fada UIN Banten, Prof. Endad Musaddad, menyatakan kesiapan lembaganya untuk menjalin kolaborasi strategis. “Fakultas Dakwah UIN Banten berkomitmen untuk saling berbagi dengan berbagai lembaga, termasuk IAIN Babel. Sinergi ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tapi langkah konkret untuk memperkuat ekosistem dakwah dan komunikasi Islam di tingkat nasional,” tegas Prof. Endad.
Lebih lanjut, Prof. Endad menjelaskan bahwa Fada UIN Banten memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan program studi berbasis kompetensi, penguatan riset terapan, serta jejaring alumni yang aktif di berbagai sektor. “Kami siap membuka ruang diskusi, pertukaran dosen, hingga kolaborasi riset untuk mendorong inovasi dakwah yang relevan dengan tantangan kontemporer,” tambahnya.
Kunjungan ditutup dengan tur fasilitas laboratorium, diskusi teknis antar-program studi, serta eksplorasi peluang program magang dan kuliah tamu lintas institusi. Dengan sinergi ini, diharapkan lahir inisiatif dakwah yang lebih inklusif, berbasis riset, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di Banten, Bangka Belitung, maupun wilayah lainnya di Indonesia.