Komitmen Wujudkan Green Campus, UIN SMH Banten Siap Realisasikan Penguatan Ekoteologi Kemenag

HumasUIN – Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Penguatan Ekoteologi yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 19–21 Mei 2026. Kegiatan yang awalnya direncanakan bertempat di Hotel Grand Savero Bogor atas dasar pertimbangan teknis serta demi mendukung efektivitas penyelenggaraan acara. Lokakarya ini merupakan hasil kerja sama antara Kelompok Kerja Penguatan Ekoteologi dengan Forum Kepala Biro dan Kepala Bagian Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Dalam kesempatan strategis ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten turut ambil bagian dengan mengutus Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) sekaligus sebagai Sekretaris Umum Forum Kepala Biro dan Kabag PTKIN, Dr. H. Zaenuri, S.Ag., M.Hum. Kehadiran utusan ini menjadi bentuk komitmen nyata universitas dalam mendukung kebijakan pusat yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kelestarian lingkungan.

Dalam hal ini, Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., hadir langsung untuk membuka kegiatan secara resmi sekaligus memberikan arahan dan materi bertajuk “Mengamalkan Iman, Menguatkan Ekoteologi”.

Dalam pidato arahannya, Menteri Agama memaparkan data faktual mengenai tantangan ekologis yang dihadapi Indonesia saat ini. Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Kementerian Kehutanan mencatat angka deforestasi netto Indonesia tahun 2024 mencapai 175,4 ribu hektare. Angka tersebut diperoleh dari deforestasi bruto sebesar 216,2 ribu hektare setelah dikurangi reforestasi sebesar 40,8 ribu hektare. Selain itu, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2023 menyentuh angka 56,63 juta ton, namun pengelolaan yang layak baru mencakup sekitar 39,01 persen atau setara 22,09 juta ton.

Nasaruddin Umar menegaskan bahwa krisis lingkungan hidup ini bukan lagi sekadar isu global yang jauh dari realitas, melainkan persoalan nyata yang mengancam ruang hidup, kesehatan, ketahanan sosial, hingga masa depan generasi penerus bangsa. Nasaruddin Umar juga menyatakan bahwa krisis ekologis yang terjadi saat ini pada hakikatnya berakar dari kesalahan cara pandang manusia dalam memperlakukan alam semesta.

“Dalam ajaran agama, alam bukan sekadar objek eksploitasi, bukan pula sekadar sumber daya ekonomi. Alam adalah ciptaan Tuhan yang memiliki keteraturan, keseimbangan, dan martabat yang harus dijaga,” ujar Nasaruddin Umar di hadapan para peserta lokakarya.

Menteri Agama menjabarkan bahwa dalam ajaran Islam terdapat konsep khalifah, amanah, mizan, larangan berbuat kerusakan (fasad), serta prinsip kesederhanaan. Seluruh konsep tersebut menjadi penegas bahwa manusia bukanlah penguasa mutlak atas bumi, melainkan pemegang amanah yang kelak harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Oleh karena itu, PTKN di bawah naungan Kementerian Agama dituntut menjadi pelopor dalam gerakan green campus, penyusunan kurikulum ekoteologi, pengadaan eco-masjid kampus, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Lebih lanjut, Menteri Agama menginstruksikan para Kepala Biro PTKN untuk tidak sekadar memahami konsep ekoteologi secara teoritis, melainkan mengintegrasikannya ke dalam sistem kerja nyata, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pengelolaan aset kampus. Nasaruddin Umar menekankan bahwa program kampus hijau tidak boleh terjebak pada seremonial kebersihan semata, melainkan harus menyentuh perubahan tata kelola yang substansial.

Merespons arahan tersebut, Kepala Biro AUPK UIN SMH Banten, Dr. H. Zaenuri, S.Ag., M.Hum., menyatakan dukungan penuh terhadap program ekoteologi yang diusung oleh Menteri Agama. Zaenuri menegaskan bahwa konsep besar ini akan segera direalisasikan secara bertahap di lingkungan UIN SMH Banten. Langkah ini dinilai sangat sejalan dengan visi institusi saat ini yang tengah berfokus menciptakan kawasan kampus hijau (go green).

Di sisi lain, momentum penguatan ekoteologi ini terasa kian relevan bagi UIN SMH Banten. Zaenuri mengonfirmasi bahwa dalam waktu dekat, UIN SMH Banten dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Nusantara. Kebetulan, agenda berskala nasional tersebut juga mengusung tema besar ekoteologi sebagai ruh utama pergerakan mahasiswa di tengah masyarakat.

Melalui agenda yang padat, lokakarya ini memang dirancang untuk menghasilkan output yang konkret. Seluruh peserta, yang terdiri dari para pejabat, narasumber, dan panitia pelaksana, mengikuti serangkaian sesi yang meliputi diskusi interaktif, studi kasus, outbound kepemimpinan, hingga penyusunan rencana aksi nyata yang realistis dan terukur sesuai kondisi masing-masing kampus. Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan akan ditutup secara resmi pada hari Kamis oleh Wakil Menteri Agama.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323