Rektor UIN Banten Dukung Menteri Agama Jajaki Al-Azhar Buka Kampus di Indonesia

HumasUIN – Menteri Agama RI diutus Presiden Prabowo Subianto ke Mesir untuk melakukan pertemuan dengan pimpinan Universitas Al-Azhar, Kairo. Penugasan tersebut bertujuan melakukan penjajakan kerja sama agar Al-Azhar membuka cabang universitas di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari diplomasi pendidikan keislaman Indonesia dengan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Agama tersebut. Menurutnya, penjajakan pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia merupakan terobosan strategis untuk memperluas akses pendidikan Islam berkualitas bagi masyarakat Tanah Air.

Ia menilai Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai mitra Al-Azhar. Selain menjadi negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia juga dikenal memiliki tradisi Islam moderat yang sejalan dengan nilai-nilai keilmuan dan kebangsaan yang dikembangkan Al-Azhar.

Dukungan tersebut diperkuat dengan kebijakan terbaru Universitas Al-Azhar yang mulai membuka program perkuliahan jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa internasional pada tahun ini. Kebijakan ini menunjukkan keterbukaan Al-Azhar terhadap inovasi pendidikan serta komitmen memperluas layanan akademik lintas negara.

Meski demikian, Rektor UIN Banten menilai kehadiran kampus fisik Al-Azhar di Indonesia jauh lebih ideal dibandingkan hanya mengandalkan PJJ. Pendidikan tinggi, menurutnya, membutuhkan interaksi langsung, pembinaan akademik yang berkelanjutan, serta atmosfer kampus yang membentuk tradisi keilmuan.

Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi lokasi cabang Al-Azhar, sebagaimana pengalaman keberadaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta yang berafiliasi dengan Arab Saudi. Kehadiran LIPIA selama ini menunjukkan bahwa kampus asing dapat tumbuh dan diterima secara positif di Indonesia.

Minat masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar juga sangat tinggi. Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia berangkat ke Mesir untuk menempuh pendidikan tinggi, baik melalui jalur beasiswa maupun pembiayaan mandiri, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan.

Secara global, Universitas Al-Azhar tercatat menampung lebih dari 100 ribu mahasiswa asing dari lebih dari 100 negara. Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yang menunjukkan kuatnya daya tarik dan kepercayaan terhadap Al-Azhar.

Rektor UIN Banten menegaskan bahwa kehadiran Universitas Al-Azhar di Indonesia tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Sebaliknya, Al-Azhar justru dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan pendidikan, riset, dan peningkatan kualitas akademik.

Menurutnya, sinergi antara Al-Azhar dan PTKIN dapat diwujudkan melalui program kolaborasi kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan jejaring akademik internasional. Pola kemitraan ini dinilai akan saling melengkapi, bukan saling menegasikan.

Rektor UIN Banten berharap penjajakan yang dilakukan Menteri Agama dengan pihak Al-Azhar menghasilkan kesepahaman konkret. Ia optimistis, jika rencana tersebut terwujud, kehadiran Universitas Al-Azhar di Indonesia akan menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan Islam nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta pendidikan Islam global.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323