HumasUIN – Sebanyak 2.356 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dengan tema “Unggul Bersama, Berprestasi untuk Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Convention Hall Lantai 2 UIN SMH Banten, Selasa (26/8/2025).
PBAK merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa baru sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2939 Tahun 2024 tentang Pedoman Umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Di UIN SMH Banten, PBAK 2025 diselenggarakan selama tiga hari, mulai 26–28 Agustus 2025.
Ketua Pelaksana PBAK 2025, Ahmad Riyadi, S.Ag., menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme mahasiswa baru.
“Alhamdulillah, total keseluruhan mahasiswa yang mengikuti PBAK tahun ini sebanyak 2.356 orang. Mereka terdiri dari 703 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, 399 Fakultas Dakwah, 377 Fakultas Syariah, 333 Fakultas Ushuluddin dan Adab, 317 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta 227 Fakultas Sains,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahmad Riyadi menjelaskan bahwa materi PBAK tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mencakup moderasi beragama, wawasan kebangsaan, pencegahan kekerasan seksual, pencegahan narkotika, serta pengenalan organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkungan UIN SMH Banten.
Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, MA, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya PBAK 2025. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kecerdasan intelektual, kedewasaan berpikir, dan penguatan jiwa nasionalisme.
“Kalian harus banyak bersyukur diterima di UIN SMH Banten, karena banyak masyarakat yang ingin kuliah di sini, namun belum bisa bergabung. Kehadiran kalian adalah pilihan Allah SWT untuk melanjutkan pendidikan dan menimba ilmu di kampus ini,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menuturkan sejarah Kesultanan Banten untuk menumbuhkan semangat belajar mahasiswa baru.
“Sultan Maulana Hasanuddin memiliki sejarah perjuangan yang tangguh. Semangat beliau dalam mendirikan Surosowan Banten harus menjadi inspirasi bagi kita semua dalam membangun pendidikan di Provinsi Banten,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN SMH Banten, Marjuki, turut memberikan motivasi kepada mahasiswa baru.
“Kalian adalah mahasiswa, pejuang perubahan bangsa ke depan. Karena itu, kita semua harus bersatu membangun bangsa demi tercapainya Indonesia Emas,” pungkasnya.
Dalam pembukaan PBAK tahun ini Rektor beserta pimpinan memukul marwas untuk simbolis pembukaan, dan mengalungkan name tag kepada mahasiswa baru.