HumasUIN – Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (Fuspi) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar acara Yudisium dan penganugerahan Fuspi Award di Aula Fuspi Lantai 2, Serang pada Rabu, (6/8/2026). Acara ini secara resmi melepas puluhan mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studinya untuk menyandang gelar sarjana.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Dekanat hingga Ketua Program Studi (Kaprodi) ini diikuti oleh 46 peserta yudisium yang berasal dari tiga program studi. Rinciannya terdiri dari 6 mahasiswa Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, 28 mahasiswa Prodi Studi Ilmu Alquran dan Tafsir, serta 12 mahasiswa Prodi Ilmu Hadits.
Mengusung tema “Berfikir Kritis berlandaskan Wahyu, bertindak bijak untuk peradaban”, Dekan Fuspi Dr. Masykur, M.Hum. dalam sambutannya menegaskan bahwa sarjana Ushuluddin tidak boleh mempertentangkan antara iman dan akal.
Mengutip Surah Az-Zumar ayat 18 tentang ulul albab, Masykur menyampaikan bahwa wahyu harus senantiasa menjadi landasan nilai, kompas moral, dan sumber kebijaksanaan. Sementara itu, akal berfungsi untuk membantu memahami realitas agar pemikiran dan tindakan tidak kehilangan tujuan ketuhanan dan kemanusiaan.
Lebih lanjut, Masykur menyoroti tantangan era kontemporer. Di tengah derasnya arus informasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), media sosial, politik identitas, krisis ekologi, hingga ekstremisme, masyarakat dinilai tidak hanya sekadar membutuhkan orang pintar.
“Masyarakat membutuhkan insan cendekia yang berilmu, mampu menjaga kejujuran, memeriksa secara kritis, menggunakan teknologi, dan berdialog tanpa merendahkan. Pengambilan keputusan harus selalu mempertimbangkan kemaslahatan umat,” tegas Masykur.
Ia juga mengingatkan para lulusan bahwa gelar sarjana bukanlah tanda berakhirnya proses belajar, melainkan sebuah amanah yang menuntut tanggung jawab integritas, pengembangan pengetahuan, dan pemberian keteladanan di tengah masyarakat. Masykur mendorong para yudisiawan untuk tidak cepat puas dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jadilah pribadi yang kehadirannya menenangkan, pemikirannya mencerahkan, dan tindakannya berdampak. Tunjukkan bahwa lulusan UIN SMH Banten adalah insan yang berilmu, berakhlak, profesional, dan mampu memberi solusi bagi bangsa dan negara,” pesannya.
Selain prosesi penetapan yudisium, acara juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat penghargaan Fuspi Award kepada dosen-dosen terbaik di tingkat fakultas dan program studi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi fakultas atas dedikasi, inovasi, dan keteladanan para civitas akademika, yang sekaligus menjadi pesan bahwa kerja keras dan prestasi perlu senantiasa dihargai dan disebarluaskan.