HumasUIN – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten resmi menjalani proses Asesmen Lapangan dalam rangka akreditasi prodi. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini, 12–13 Juni 2026, bertempat di Aula Lt. 1 Gedung A FTK UIN SMH Banten.
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas yang dipimpin oleh Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., serta turut dihadiri oleh Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II. Selain jajaran rektorat, hadir pula para Dekan Fakultas, Ketua LP2M, Ketua LPM, serta para Wakil Dekan, dan Kepala Program Studi di lingkungan kampus.
Dalam asesmen kali ini, Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik) mengutus dua asesor sebagai tim perpanjangan tangan, yaitu Prof. Dr. Rakimahwati, M.Pd. dari Universitas Negeri Padang (UNP) dan Prof. Dr. Rita Kurnia, M.Ed. dari Universitas Riau (UNRI).
Dalam sambutannya saat membuka acara, Rektor UIN SMH Banten Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menegaskan bahwa kehadiran para asesor dipandang sebagai mitra kerja yang kredibel untuk membantu mengarahkan universitas ke arah yang lebih baik.

“Asesor itu adalah mitra kita. Kehadiran beliau-beliau ini diharapkan dapat membantu dan mengarahkan kita, terutama bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, agar seluruh program studinya bisa mencapai predikat unggul tahun ini,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Rakimahwati, M.Pd., selaku Asesor 1, menekankan bahwa tugas mereka bukanlah untuk menginvestigasi layaknya lembaga hukum, melainkan memotret kesesuaian data dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan realitas objektif di lapangan guna melakukan pembinaan mutu.

“Kami tidak datang sebagai KPK, Jaksa, ataupun BPK. Kami di sini untuk meluruskan standar nasional perguruan tinggi. Tugas kami melihat kenyataan di lapangan. Kami datang untuk membina kampus, bukan membinasakan. Jika ada yang kurang lurus kita luruskan, yang kurang bagus kita baguskan,” ungkap Prof. Rakimahwati yang juga sempat mencairkan suasana dengan balasan pantun khas Minang.
Menyambung hal tersebut, Prof. Dr. Rita Kurnia, M.Ed. selaku Asesor 2 memaparkan mengenai sistematika teknis asesmen yang akan dilakukan selama dua hari ke depan. Ia menekankan pentingnya ketersediaan bukti fisik yang autentik sebagai pendukung data yang telah dilaporkan.

“Kami di sini ingin mengetahui bukti dokumennya. Semua instrumen harus didukung dengan link dan dokumen fisik yang jelas. Misalnya, jika ada kegiatan sosialisasi, harus ada bukti absen, foto, hingga keterangan yang lengkap. Semuanya harus tersusun rapi dalam aspek manajerial dan supervisi,” jelas Prof. Rita Kurnia.