FadaNews – Fakultas Dakwah (Fada) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten resmi melantik Ketua dan Wakil Ketua organisasi mahasiswa periode baru, bertempat di Aula Fakultas Dakwah, Rabu (13/5). Pelantikan mencakup jajaran Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiswa, serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) KPI, BKI, dan PMI.
Kegiatan dihadiri unsur pimpinan fakultas, meliputi Dekan Fada Prof. Endad Musaddad, Wakil Dekan III Dr. Agus Sukirno, Penanggung Jawab Akademik, serta seluruh Ketua Program Studi.
Dalam arahannya, Wakil Dekan III Fada, Dr. Agus Sukirno, menyampaikan empat poin strategis kepada pengurus terpilih. Pertama, memprioritaskan program yang berdampak langsung pada mahasiswa, meliputi pengembangan akademik, minat bakat, kesejahteraan mental, dan kesiapan karir.
“Kedua, dorong inovasi dan daya saing melalui program relevan dengan tantangan masa kini, seperti literasi digital, kewirausahaan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta partisipasi dalam kompetisi atau konferensi nasional maupun internasional,” ujar Agus.
Poin ketiga, ia menekankan peran aktivis sebagai pelopor kode etik. “Berikan contoh dalam berbicara, berpakaian, dan bergaul yang baik. Kalian adalah mahasiswa pilihan di fakultas utama,” tegasnya. Terakhir, Agus mengingatkan masa jabatan yang relatif singkat (sekitar 6 bulan) dan mendisiplinkan pengelolaan anggaran agar tidak tersisa di akhir periode.
Sementara itu, Dekan Fada, Prof. Endad Musaddad, menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas organisasi dan akademik. “Jangan sampai berorganisasi mengorbankan prestasi belajar. Jadikan kegiatan mahasiswa sebagai media dakwah dan penyaluran minat yang dibiayai negara, seperti lomba poster, menulis, atau konferensi,” papar Endad.
Endad juga mengingatkan agar pengurus menjadi agen perubahan yang utuh di masyarakat. “Jangan hanya aktif saat demo di depan, tetapi absen saat kegiatan keagamaan. Fakultas Dakwah tidak boleh dicap sebagai ‘fakultas tidur’. Jaga nama baik fakultas dan UIN Banten di mana pun kalian beraktivitas,” pungkasnya.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis bagi regenerasi kepemimpinan mahasiswa Fakultas Dakwah dalam mendorong kontribusi nyata bagi civitas akademika dan masyarakat luas.