Rektor UIN Banten Hadiri Peluncuran MOOC Kurikulum Berbasis Cinta oleh Menteri Agama

HumasUIN – Menteri Agama meluncurkan program belajar mandiri Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui platform MOOC Pintar di Aula H. Rasyidi, Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan keagamaan yang menekankan nilai kasih sayang, penghormatan antarsesama, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ali Ramdani, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Kementerian Agama menjelaskan bahwa platform pembelajaran daring tersebut dirancang untuk membangun cara pandang (worldview) peserta didik dalam memahami nilai-nilai esensial ajaran agama. “Kurikulum berbasis cinta menekankan pentingnya sikap mencintai, menghargai, dan menghormati manusia serta alam semesta,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan modern yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas. Dengan demikian, peserta didik dapat menginternalisasi ajaran agama secara lebih mendalam dan kontekstual.

Data Kementerian Agama menunjukkan, platform MOOC Pintar telah menjangkau lebih dari 70 ribu pengguna dari lebih 13 ribu lembaga pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia. Sementara itu, jumlah pendaftar program belajar mandiri KBC tercatat mencapai 305.344 peserta.

“Capaian ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pembelajaran digital yang mengedepankan nilai-nilai cinta,” kata Aku.

Dalam rangkaian peluncuran, juga digelar dialog virtual interaktif antara Menteri Agama dengan para peserta, baik yang hadir langsung maupun secara daring. Kegiatan berlangsung secara hibrida, memungkinkan partisipasi dari berbagai daerah.

Dalam paparannya, Menteri Agama menyebut agama memiliki tiga pilar utama, yakni mitos, logos, dan etos. Ketiganya menjadi fondasi dalam membangun konsep cinta dalam kurikulum, sehingga nilai agama tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rektor UIN Banten turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai representasi kalangan akademisi yang berpartisipasi dalam program KBC. Kehadiran perguruan tinggi dinilai memperkuat keterlibatan dosen dalam implementasi kurikulum tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya cinta dalam proses pendidikan. “Belajar tanpa cinta tidak akan menghasilkan pendalaman, dan mengajar tanpa cinta tidak akan melahirkan kasih sayang serta sikap saling menghargai,” ujarnya.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323