Resmi Dilantik 12 Ketua UKM, Wakil Rektor III UIN SMH Banten: Pemimpin Harus Menjadi Figur Teladan dan Berakhlak

HumasUIN – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Dedi Sunardi, M.H., melantik 12 Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) periode 2026. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Serbaguna Lantai 3 Kampus UIN SMH Banten pada Rabu (04/03/2026).

Acara tersebut turut disaksikan oleh Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan beserta jajaran Tim Pembinaan Kegiatan Mahasiswa (TPKM). Dalam momen tersebut, Dr. Dedi Sunardi hadir mewakili Rektor untuk memberikan arahan strategis bagi para pemimpin baru organisasi di lingkungan kampus.

Dalam amanatnya, Dr. Dedi Sunardi menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial rutin, melainkan pintu gerbang tanggung jawab besar bagi para mahasiswa terpilih. Dirinya menekankan pentingnya peran ketua organisasi sebagai figur teladan bagi seluruh mahasiswa lainnya.

“Kita berkumpul di tempat yang penuh keberkahan ini untuk mengukuhkan pengurus UKM dan UKK. Perlu disadari bersama bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial belaka. Ini adalah gerbang utama bagi saudara semua untuk memikul tanggung jawab besar dalam mengelola organisasi. Mahasiswa tidak boleh hanya pandai berorasi, tetapi juga harus mampu menjadi contoh dan figur teladan. Kedepankanlah akhlak, karena akhlak adalah ujung tombak dalam mengukur kesuksesan berorganisasi,” tegas Dr. Dedi Sunardi di hadapan para pengurus.

Lebih lanjut, Wakil Rektor III menyampaikan tiga pesan fundamental bagi para pengurus baru. Poin pertama yang ditekankan adalah penguatan moderasi beragama sebagai identitas mahasiswa di bawah naungan Kementerian Agama. Para pengurus diminta untuk menciptakan wajah organisasi yang inklusif dan merangkul semua kalangan tanpa memandang perbedaan latar belakang organisasi eksternal maupun daerah.

“Kembangkanlah moderasi beragama agar mahasiswa mampu menciptakan wajah-wajah yang ramah dan inklusif yang bisa diterima oleh semua kalangan. Perkecil atau hilangkan pengkotak-kotakan, baik itu kotak pemahaman maupun organisasi eksternal. Saat saudara menjadi pengurus UKM atau UKK, maka saudara adalah milik seluruh anggota dari berbagai latar belakang yang berbeda,” ujarnya.

Pesan kedua berkaitan dengan keseimbangan antara organisasi dan akademisi. Dr. Dedi mengingatkan agar kesibukan mengelola unit kegiatan tidak menjadi alasan terbengkalainya perkuliahan. Dirinya mendorong para pengurus untuk membuktikan bahwa aktif berorganisasi justru bisa memacu mahasiswa untuk lulus tepat waktu.

“Jaga keseimbangan antara tanggung jawab organisasi dan amanat orang tua untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Aktif di organisasi bukan berarti menjadi kendala untuk lulus di semester tujuh atau delapan. Saudara memiliki sekretaris, anggota, dan divisi untuk bekerja sama. Jangan mengonsep dan mengerjakan semuanya sendiri, gunakan struktur yang ada agar studi dan organisasi bisa berjalan beriringan,” tambah beliau.

Pada poin ketiga, Dr. Dedi menyoroti pentingnya inovasi dalam berorganisasi di tengah menurunnya minat mahasiswa untuk bergabung dalam lembaga kemahasiswaan secara global. Dirinya meminta pengurus untuk menciptakan program kerja yang relevan dengan kebutuhan dasar mahasiswa saat ini agar organisasi tetap menarik dan memiliki daya tawar tinggi.

Selain arahan mengenai kepemimpinan, pihak rektorat juga mengumumkan kebijakan baru terkait durasi kepengurusan dan manajemen anggaran. Dr. Dedi menginstruksikan agar seluruh kegiatan organisasi dan Musyawarah Besar (Mubes) sudah harus tuntas pada pertengahan Desember agar pelantikan serentak dapat dilakukan pada awal Januari tahun berikutnya.

“Tahun ini saya meminta tim akademik untuk mengatur durasi kegiatan agar paling lambat selesai pada pertengahan Desember. Kita ingin ada masa transisi yang rapi sehingga awal Januari sudah bisa pelantikan serentak. Terkait anggaran, saya akan membagi pencairan ke dalam empat termin. Tidak ada lagi program kerja borongan di akhir tahun. Ikuti timeline yang sudah disusun dalam rapat kerja sehingga semua berjalan sesuai rencana,” pungkas Dr. Dedi Sunardi menutup arahannya.

Meskipun masih terdapat satu UKM yang akan menyusul dilantik pada gelombang kedua karena kendala teknis musyawarah, pelantikan hari ini secara resmi menandai dimulainya masa pengabdian para pengurus UKM dan UKK UIN SMH Banten untuk masa bakti satu tahun ke depan.

Adapun nama-nama 12 Ketua UKM/UKK adalah sebagai berikut:

  1. Desta Asditia Utami Ketua Umum UKM PRIMA

  2. Kaka Muazin Azaini Ketua Umum UKM Formasi

  3. Hidayatul Ahyar Ketua Umum UKK PRAMUKA

  4. Muhammad Fatah Ketua Umum UKK KSR

  5. Ahmad Taqiyuddin Anwari Ketua Umum UKM SiGMA

  6. Rania Malika Putri Ketua Umum UKM Tapak Suci

  7. Muhammad Rizky Tiar Ketua Umum UKM UPTQ

  8. Muhammad Putra Al Rasyd Ketua Umum UKM LDK

  9. Muhamad Aulia Fahmi Ketua Umum UKM BAHASA

  10. Rian Akmal Husna Ketua Umum UKM KOPMA

  11. Muhammad Firmansyah Ketua Umum UKM GESBICA

  12. Riyan Maulana Ketua Umum UKK MENWA


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323