HumasUIN – Unit Keterampilan dan Karir (UKK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar kegiatan Upgrading Skill bagi mahasiswa di Multifunction Hall pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini menjadi berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta dukungan dari berbagai mitra industri.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., serta turut dihadiri oleh Kepala Biro AUPK, dan Wakil Rektor II.

Dalam pidato sambutannya, Prof. Ishom menekankan bahwa esensi Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan wawasan. Rektor menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas (upgrading skill) agar mahasiswa tidak merasa rendah diri di tengah keterbatasan.
“Bulan Ramadan seharusnya membuat wawasan kita bertambah seiring turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk (hudan). Jika kapasitas diri tidak meningkat, maka kita belum merasakan makna Ramadan yang sejatinya. Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap betul-betul terjadi peningkatan keahlian bagi mahasiswa,” tegas Rektor di hadapan para peserta.
Prof. Ishom juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bidang Dakwah Khusus MUI, terutama kepada Dr. KH. Arif Fahruddin dan Dr. Canra Krisna Jaya Lubis yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Rektor menceritakan kisah inspiratif tentang alumni pesantren tradisional yang mampu mendobrak batasan hingga menjadi tokoh hebat di kancah nasional.

“Keterbatasan jangan sampai membuat kita menjadi yang terburuk, justru harus menjadi manusia yang memiliki keistimewaan (maziah). Saya sengaja menghadirkan sosok-sosok istimewa ini untuk memotivasi kalian agar menjadi manusia-manusia hebat yang mau berjuang mengubah nasib,” tambah Prof. Ishom.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. As’ari, melaporkan bahwa agenda ini merupakan wujud kolaborasi konkret antara UIN Banten, MUI, serta kemitraan dengan sektor swasta seperti Danone-Aqua. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
“Kegiatan ini diikuti oleh 250 mahasiswa. Sebagai bentuk kepedulian di bulan suci, kami juga akan memberikan santunan kepada 250 orang yang terpilih di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten,” jelas Dr. As’ari dalam laporannya.

Memasuki sesi inti, para mahasiswa mendapatkan pembekalan intensif dari dua narasumber nasional. Wasekjen MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Dr. KH. Arif Fahruddin, memaparkan materi krusial mengenai urgensi public speaking di era digital sebagai alat syiar dan komunikasi profesional.
Melengkapi sesi tersebut, Dr. Canra Krisna Jaya Lubis, yang dikenal sebagai penceramah nasional, turut memberikan perspektif mengenai pengembangan karakter dan kepercayaan diri. Sesi ini diharapkan mampu mencetak lulusan UIN Banten yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman.