HumasUIN – UINSultan Maulana Hasanuddin Banten memperkuat akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui langkah strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon. Pada Senin (09/02/2026), Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Dr. Dedi Sunardi, M.H., melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Cilegon tersebut, Dr. Dedi Sunardi yang didampingi oleh Kepala Bagian Akademik dan Bagian Kerja Sama menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sambutan hangat dari pihak BAZNAS. Ia menjelaskan bahwa saat ini UIN SMH Banten tengah gencar melakukan penerimaan mahasiswa baru dan berharap kolaborasi ini dapat memberikan peluang lebih besar bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun berprestasi.
“Kami sangat menginginkan adanya kolaborasi konkret dengan pihak BAZNAS Cilegon, khususnya dalam mendukung program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Besar harapan kami agar para pimpinan BAZNAS dapat memberikan kuota bagi mahasiswa UIN SMH Banten agar mereka dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala biaya,” ungkap Dr. Dedi Sunardi.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon Drs. H. Fajri Ali, MM menyambut baik inisiatif tersebut meskipun dirinya mengaku masih dalam tahap adaptasi karena baru menjabat selama sekitar empat bulan. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa kinerja BAZNAS Kota Cilegon pada periode 2025–2026 menunjukkan tren positif dengan peningkatan capaian yang cukup signifikan. Pihaknya mencatat saat ini sudah terdapat 30 mahasiswa dari lima perguruan tinggi terbaik di Banten yang menjadi penerima manfaat beasiswa SKSS.

“Alhamdulillah, BAZNAS Kota Cilegon terus mengalami peningkatan. Awalnya program ini hanya melibatkan dua kampus, yakni UNTIRTA dan UIN, namun kini telah kami perluas dengan menggandeng kampus-kampus lokal seperti UNIVAL dan perguruan tinggi lainnya,” tutur Ketua BAZNAS. Ia juga menekankan bahwa program BAZNAS tidak terbatas pada pendidikan saja, melainkan mencakup pemberdayaan masyarakat seperti bedah rumah dan pembekalan usaha UMKM. Ia berharap para penerima beasiswa dapat mengangkat derajat keluarga dan menjadi sosok yang bermanfaat bagi bangsa.
Diskusi berjalan dinamis saat memasuki pembahasan teknis mengenai kriteria penerima beasiswa. Wakil Rektor III UIN SMH Banten sempat memberikan tanggapan kritis terkait validasi data, terutama mengenai aturan bagi calon penerima yang di dalam keluarganya sudah terdapat anggota keluarga lain bergelar sarjana. Hal ini kemudian ditanggapi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Cilegon yang memaparkan pentingnya hasil survei dan monitoring lapangan dalam proses verifikasi.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Cilegon menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran jajaran pimpinan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya membangun sinergi yang lebih kuat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Sesuai dengan hasil verifikasi lapangan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjalankan ketentuan yang berlaku demi transparansi program SKSS.
Acara diakhiri dengan prosesi penandatanganan berkas Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UIN SMH Banten dan BAZNAS Kota Cilegon. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui jalur pendidikan tinggi, sekaligus memastikan bahwa putra-putri terbaik Kota Cilegon memiliki kesempatan yang sama untuk meraih gelar sarjana.