HumasUIN – Panitia Lokal UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten sukses menggelar hari pertama ujian Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 pada Senin, (8/6/2026). Pembukaan agenda nasional ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor I, II, dan III, Kepala Biro AAKK, Kepala Biro AUPK, serta Kepala Bagian Umum dan Akademik.
Wakil Rektor I UIN SMH Banten, Dr. H. Nana Jumhana, M.Ag., yang dalam hal ini menerima langsung secara daring di panitia lokal, karena Rektor hadir langsung di UIN SATU Tulungagung, dirinya menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh dari seluruh lini universitas demi memastikan kelancaran jalannya ujian berbasis elektronik ini.

“Dalam hal ini kami mengharapkan dari semua peserta untuk mengikuti dengan tertib dan semoga tidak ada halangan teknis sehingga hasil yang didapatkan menjadikan motivasi untuk semua peserta. Semoga UM-PTKIN 2026 ini berjalan dengan lancar,” ujar Dr. Nana.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan ujian pada sesi awal berjalan sesuai dengan harapan pihak kampus. “Alhamdulillah di hari pertama pada sesi 1-2 ini telah dilaksanakan dengan lancar dan kondusif, hal ini menunjukan antusias dari peserta dan panitia dalam menyukseskan UM-PTKIN ini sangatlah positif. Kami mengharapkan kelancaran dan kondusifitas ini dapat berjalan selama tiga hari ini,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro AAKK sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan UM-PTKIN lokal, Dr. Hj. Siti Aminah, M.Pd.I., memaparkan data statistik terkait kesiapan fasilitas serta jumlah peminat yang memilih lokasi ujian di kampus UIN SMH Banten.
“Alhamdulillah pendaftar di UIN SMH Banten berjumlah 2.133, jumlah yang memilih ujian di UIN SMH Banten berjumlah 1.408 dan 1 peserta difabel. Jumlah sesi yang terisi 7, ruangan yang dipakai 11 ruang dengan total penggunaan 71 nomor ruang ujian, sehingga total peminat prodi sebanyak 3.956 orang,” terang Dr. Siti Aminah.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama memberikan arahan strategis secara daring saat membuka acara. Beliau menekankan pentingnya respons cepat dan masif dari seluruh pimpinan PTKIN untuk menarik minat calon mahasiswa yang masih ragu dalam menentukan pilihan kuliah.
“Semakin kita berikan respon yang gercep, yang lebih masif, saya kira kemudian mereka yang masih galau itu pada akhirnya akan memilih di titik ini. Saya ulangi, PTN BH saja melakukan itu, apalagi kita-kita,” tegas Dirjen Pendis.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan SSE bukan sekadar ujian bagi calon mahasiswa, melainkan menjadi tolok ukur bagi kualitas layanan digital PTKIN itu sendiri. Oleh karena itu, sistem seleksi elektronik ini harus terus dievaluasi guna meminimalkan gangguan teknis seperti proses memuat yang lama atau sistem yang membeku.
“Kendala yang mungkin saja terjadi di lapangan, terutama jangan sampai kemudian masih ada yang karena faktor-faktor tertentu misalnya loading-nya terlalu lama atau bahkan nge-hang. Ini tantangan tersendiri. Ingat, anak-anak calon mahasiswa ini juga sedang mengetes layanan digital kita. Jadi bukan cuma kita yang mengetes kemampuan akademik mereka, tapi jangan lupa mereka juga sedang menguji coba kayak apa sih layanan PTKIN dalam proses seleksi berbasis elektronik ini,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Dirjen Pendis menginstruksikan panitia di bagian server untuk memastikan kestabilan jaringan demi mencapai target tanpa kesalahan teknis. Beliau mengingatkan bahwa keterbatasan fasilitas digital yang terekspos ke publik dapat memberikan citra yang kurang baik bagi institusi.
“Tolong itu bagian server juga memastikan itu tidak boleh terjadi, harus hanya boleh dilakukan kalau perlu nol erornya (zero error). Tadi seperti laporan dari Pak Ketua Panitia Nasional, masih ada PTKIN yang belum sepenuhnya bisa melaksanakan waktu yang mestinya mungkin bisa cukup 2 atau 3 hari, masih harus 5 hari misalnya. Itu juga kendala tersendiri. Artinya jangan sampai itu terpublikasi, karena menandakan bahwa kita masih sangat terbatas dari sisi fasilitasi,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Dirjen Pendis menyampaikan terima kasih kepada Forum Rektor serta Ketua Panitia Nasional atas kerja kerasnya mengawal proses seleksi dari awal hingga hari pelaksanaan, sekaligus memohon maaf karena tidak dapat hadir secara fisik di lokasi ujian.
“Mudah-mudahan semua ikhtiar kita mendapatkan kemudahan dan semoga Allah membalas, sehingga pelaksanaan UM-PTKIN tahun ini hasilnya jauh lebih baik. Saya juga mohon maaf tidak bisa bersama secara langsung di Ruang 1 karena pagi ini ada tiga agenda yang tidak memungkinkan saya bisa wakilkan, termasuk bersama dengan Bapak Menteri dan DPR, semuanya harus kita persiapkan dengan matang,” pungkasnya.
Pembukaan daring ini kemudian dilanjutkan dengan pemantauan situasi secara berkala di lima PTKIN yang telah dijadwalkan melalui aplikasi konferensi video.