HumasUIN – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., hadir sebagai narasumber utama dalam Seminar Nasional bertajuk “Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026” di Masjid Baitul Mukhtar BSD pada Jum’at (03/7/2026).
Kehadiran orang nomor satu di UIN Banten ini memicu antusiasme yang sangat luar biasa dari para peserta, terutama gelombang mahasiswa UIN Banten yang sengaja datang dari Kota Serang untuk mengiringi dan menyimak langsung pemikiran sang Rektor. Riuh tepuk tangan langsung menggema saat nama beliau dipanggil ke atas panggung.
Menanggapi sambutan hangat tersebut, Prof. Muhammad Ishom menyapa langsung para mahasiswanya dengan penuh kehangatan untuk membakar semangat belajar mereka.

“Alhamdulillah, semoga bersahabat. Terima kasih semuanya dan mahasiswa UIN. Semoga tetap semangat!” ungkap Prof. Ishom secara langsung di sela-sela diskusi panel.
Dalam kesempatan tersebut Prof. Muhammad Ishom di forum strategis ini memfokuskan pembahasan pada sub-tema “Reposisi Masjid dalam Arsitektur Diplomasi Religi: Perspektif Intelektual Islam bagi Perdamaian Dunia”.
Di hadapan ratusan peserta, Rektor UIN Banten secara tegas mendorong perlunya menata kembali fungsi institusi keagamaan di era modern. Menurutnya, fungsi masjid di era kontemporer ini mutlak harus dikembalikan pada hakikatnya yang luas.
“Masjid tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat ritual ibadah salat semata, melainkan harus dikembalikan fungsinya sebagai pusat peradaban, ruang dialog kebangsaan, serta pusat diplomasi perdamaian yang inklusif sebagaimana dicontohkan pada zaman Rasulullah SAW,” tegas Prof. Muhammad Ishom dalam pemaparannya.
Dalam pandangan, Prof. Ishom menekankan bahwa melalui arsitektur diplomasi global dari lingkungan masjid, umat Islam harus mampu menyuarakan solusi perdamaian untuk berbagai krisis kemanusiaan dunia, mulai dari isu Palestina, konflik Ukraina-Rusia, hingga perlindungan komunitas muslim di Myanmar.
“Kita dorong agar gagasan diplomasi religi ini dapat dikonstruksikan secara konkret melalui perspektif intelektual Islam demi mewujudkan ketertiban dunia,” ajak Prof. Ishom

Selain itu, Rektor UIN Banten juga sangat menaruh perhatian pada keterlibatan aktif Generasi Z dan kaum milenial ke depan.
“Mahasiswa selaku calon pemimpin masa depan dapat membawa misi moderasi beragama di lingkungan masyarakat dengan memegang teguh empat indikator utama, yaitu komitmen kebangsaan yang tinggi terhadap NKRI dan Pancasila, sikap toleran terhadap perbedaan, antikekerasan baik fisik maupun verbal, serta penerimaan yang baik terhadap tradisi lokal sebagai wasilah dakwah,” pungkasnya