HumasUIN – Rangkaian panjang perumusan dan penyempurnaan kurikulum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten resmi memasuki babak akhir. Melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), UIN SMH Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyelarasan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di Horison TC-UPI Serang Hotel pada Senin, (31/08/2026)
FGD tersebut digelar sebagai puncak kegiatan penyelarasan dokumen kurikulum sebelum disahkan secara resmi oleh Rektor UIN SMH Banten. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, para Dekan, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Pascasarjana, serta tim teknis LPM.
Dalam sambutan dan arahannya saat membuka acara di Horison TC-UPI Serang Hotel, Rektor UIN SMH Banten mengapresiasi tuntasnya perumusan dokumen Kurikulum OBE ini. Rektor menekankan pentingnya perubahan paradigma berpikir di kalangan akademisi dan dosen dalam menerapkan kurikulum baru.
“Kurikulum adalah inti dari layanan jasa pendidikan yang kita berikan kepada masyarakat. Melalui Kurikulum OBE ini, kita harus mengubah focus, bukan lagi sekadar apa yang diajarkan dosen, melainkan berorientasi pada kompetensi dan performance lulusan. Sistem penilaian pun harus bertransformasi, tidak cukup hanya dengan UTS atau UAS teoritis, tetapi bergeser ke arah penilaian berbasis proyek,” ujar Rektor.
Selain itu, Rektor juga mengingatkan bahwa keberhasilan penerapan kurikulum berbanding lurus dengan penguatan tata kelola kampus sebagai Badan Layanan Umum (BLU), baik dalam hal peningkatan mutu akademik, efisiensi layanan, maupun optimalisasi daya tampung mahasiswa di jenjang Sarjana dan Pascasarjana.
Menanggapi arahan Rektor, Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Nana Jumhana, M.Ag menyampaikan bahwa proses penelusuran kurikulum yang panjang sejak 2025 ini bertujuan untuk memastikan adanya koherensi penuh—mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga keselarasan mata kuliah pendukung.
“Karena sebagian mata kuliah berbasis kurikulum baru ini sudah mulai diakses oleh mahasiswa baru dalam pengisian KRS, maka sisa penyelarasan ini harus segera rampung. Setelah penyelarasan selesai, fokus kita tidak hanya berhenti di tingkat administrasi, tetapi juga melakukan evaluasi dan review ketercapaian secara berkala setiap semester melalui LPM,” tegas Warek I.
Sementara itu, Ketua LPM UIN SMH Banten, Dr. H. Zaki Ghufron, M.A., melaporkan bahwa FGD ini merupakan muara dari seluruh proses penelusuran dan penyusunan kurikulum yang telah berjalan di tingkat fakultas dan program studi.
“Hari ini adalah tahap paling akhir dari rangkaian kegiatan kurikulum di LPM. Setiap fakultas dan prodi sebelumnya telah menjaring aspirasi dari berbagai narasumber. Melalui penyelarasan ini, kita menyatukan seluruh masukan agar menghasilkan Kurikulum OBE yang utuh dan standar khas UIN SMH Banten, yang siap ditetapkan dan disahkan oleh Bapak Rektor,” jelas Dr. Zaki.