HumasUIN – Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., secara resmi menyambut 2.210 mahasiswa baru dalam acara pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Selasa (1/9/2026). Acara tahunan bergengsi ini dibuka melalui prosesi Sidang Senat terbuka yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. B. Syafuri, M.Hum. selaku Ketua Senat UIN SMH Banten Dalam pidato arahannya, Rektor menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyongsong era bonus demografi di Indonesia dan prospek daya saing global.
Profesor Ishom memaparkan bahwa Indonesia saat ini tengah menikmati keuntungan demografi yang luar biasa, di mana lebih dari 70 persen penduduknya didominasi oleh generasi muda di bawah usia 21 tahun. Menurut sang Rektor, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan negara-negara maju seperti Jepang yang saat ini justru mengalami krisis populasi anak muda dan kekurangan tenaga kerja. Melimpahnya generasi muda di Indonesia dinilai sebagai modal besar bangsa yang harus dikelola dengan baik melalui akses pendidikan tinggi yang memadai.
“Maka kita wajib bersyukur, sebab banyak di negeri sana yang justru bukan mengalami bonus demografi, tetapi mengalami defisit demografi. Ini adalah potensi luar biasa, tinggal apakah kita bisa mengambil manfaat dari kondisi ini atau justru sebaliknya,” tegas Prof. Ishom di hadapan ribuan mahasiswa baru.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan bahwa para mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin memiliki keistimewaan tersendiri di bidang akademik. Perguruan tinggi ini tidak sekadar mengajarkan disiplin ilmu keagamaan murni, tetapi juga mengintegrasikannya dengan ilmu umum melalui tujuh fakultas yang tersedia. Konsep integrasi ilmu pengetahuan tersebut diusung demi mendukung visi besar kampus untuk menjadi institusi yang unggul, terkemuka, dan bertaraf internasional pada tahun 2045. Rektor juga berpesan agar para mahasiswa membuang jauh-jauh rasa minder terkait biaya pendidikan atau status kampus, sebab kesuksesan ditentukan oleh mental dan kualitas diri.
“Jangan berkecil hati menjadi mahasiswa UIN. Jangan malu walaupun UKT-nya rendah. Tetap tegakkan dada, busungkan dada, dan tatap lurus ke depan supaya kita bisa menjadi mahasiswa-mahasiswa yang unggul dan terdepan,” ucapnya memberikan motivasi.
Sebagai agen perubahan dan calon pemimpin bangsa, para mahasiswa baru juga dituntut untuk memiliki mimpi besar dan tidak membatasi ruang lingkup pergerakan mereka hanya di tingkat daerah. Rektor mendorong para aktivis mahasiswa untuk mulai menargetkan kancah nasional dalam pergerakannya, mengingat letak geografis Provinsi Banten yang sangat strategis dan dekat dengan pusat pemerintahan. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab rekam jejak membuktikan banyak alumni perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berhasil menempati posisi strategis di pemerintahan, termasuk dipercaya menjadi menteri.
Di akhir sambutannya, Profesor Ishom menyampaikan harapan sekaligus target akademik bagi seluruh peserta PBAK tahun ini. Rektor mendoakan agar seluruh mahasiswa yang tercatat masuk pada tahun akademik ini dapat menyelesaikan pendidikan tinggi mereka secara utuh tanpa ada yang putus di tengah jalan.
“Kalau sekarang masuk 2.245 mahasiswa, maka saya berharap kepada Allah agar besok yang lulus juga harus sama jumlahnya. Artinya tidak ada yang rontok dan tidak ada yang putus kuliah,” tutup Prof. Ishom.