Prof. Nur Syam: Saatnya UIN Banten Menjadi Kampus Progresif

HumasUIN – Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang progresif melalui penyelenggaraan Studium General bertema “PTKIN Di Tengah Geliat Sain dan Teknologi”.

Kuliah umum yang dihadiri sivitas akademika, dosen, dan mahasiswa pascasarjana itu menghadirkan akademisi nasional sekaligus Penasehat Ahli Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nur Syam, M.Si., Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya.

Di tengah derasnya perubahan sosial, teknologi, dan globalisasi, Prof. Nur Syam melontarkan pesan yang menggugah dunia akademik Islam.

“Studi Islam tidak boleh lagi terjebak dalam ruang-ruang lama yang hanya berkutat pada kajian normatif. Masa depan Islamic Studies harus mampu membaca realitas, menjawab problem kemanusiaan, dan berbicara dalam bahasa ilmu pengetahuan global,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini studi Islam sering dipersepsikan sebatas kajian akidah, fikih, tafsir, hadis, dan sejarah Islam. Padahal, tantangan zaman menuntut pendekatan yang lebih luas, interdisipliner, dan berbasis riset yang mampu menjelaskan berbagai fenomena sosial kontemporer.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam forum yang berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Gagasan tentang transformasi Islamic Studies dinilai sangat relevan ketika dunia menghadapi disrupsi teknologi, perubahan budaya, hingga krisis nilai yang membutuhkan perspektif keislaman yang adaptif sekaligus solutif.

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. Muhammad Ishom, M.A., yang membuka acara secara resmi, menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan dan pengembangan studi Islam.

“Mengembangkan studi Islam bukan hanya tugas akademik semata, tetapi juga mandat sejarah untuk menjaga moral bangsa dan memperkuat relevansi sosial keagamaan di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Kuliah umum ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa masa depan studi Islam tidak cukup hanya mengandalkan narasi normatif. Di penghujung paparannya, Prof. Nur Syam menegaskan bahwa pengakuan global terhadap studi Islam hanya dapat diraih melalui metodologi yang kuat, riset yang berbasis data, serta pendekatan akademik yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Pesan tersebut menjadi alarm sekaligus peluang bagi dunia pendidikan Islam: jika ingin tetap relevan di panggung global, studi Islam harus berani bertransformasi, memperluas perspektif, dan menghadirkan solusi nyata bagi persoalan umat manusia.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323