HumasUIN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten turut ambil bagian dalam ajang strategis Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Se-Indonesia 2026 yang diselenggarakan di kampus UIN Syekh Wasil Kediri, Jawa Timur.
Pertemuan tingkat tinggi ini mengusung agenda penguatan sinergi antar-kampus keagamaan Islam serta perumusan langkah strategis menghadapi tantangan penerimaan mahasiswa baru.
Kegiatan tahunan ini diikuti oleh para pimpinan dari 59 PTKIN se-Indonesia termasuk perwakilan pimpinan UIN SMH Banten bersama jajaran pimpinan Kementerian Agama RI.
Ketua Umum Forum Rektor PTKN, Prof. Dr. H. Masnun Tohir, M.Ag., menekankan pentingnya penguatan kebersamaan antar-rektor dan pimpinan PTKIN dengan semangat saling menguatkan dan bekerja sama.
“Kekuatan transformasi kelembagaan dan SDM perguruan tinggi harus berbanding lurus dengan visi-misi pengembangan lembaga. Melalui sinergi antar-rektor, kolaborasi riset, serta implementasi nyata kerja sama antar-kampus seperti UIN Banten dan PTKIN lainnya, kita saling menguatkan demi kemajuan bersama,” ujar Prof. Masnun saat memberikan sambutan, Rabu (26/8/2026).
Dalam sesi paparan kebijakan, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendis Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menyampaikan peta perguruan tinggi keagamaan Islam yang saat ini berjumlah 885 PTKI di Indonesia, yang terdiri dari 59 PTKIN dan 826 PTKIS.

Selain memaparkan data peta kelembagaan, Prof. Sahiron menegaskan bahwa proses alih bentuk PTKIN terus berjalan terukur dan sistematis. Ia mengungkapkan bahwa beberapa IAIN telah memenuhi syarat dan tinggal menunggu penetapan alih status menjadi universitas.
“Tahun 2026 ini ada beberapa usulan yang sudah lolos syarat alih bentuk menuju universitas dan sedang dalam proses penyelesaian izin di Kementerian PAN-RB serta Presiden,” ujar Prof. Sahiron.
Selain itu, salah satu isu utama yang dibahas secara mendalam oleh seluruh peserta forum adalah Evaluasi Pelaksanaan UM-PTKIN & Ujian Mandiri Tahun 2026, serta Evaluasi Perkembangan Jumlah Mahasiswa Tahun Akademik 2026/2027.
Menanggapi dinamika penerimaan mahasiswa baru di berbagai kampus, Prof. Sahiron merumuskan sejumlah langkah konkrit:
1. Re-branding & Responsivitas Prodi: Mendorong kampus-kampus untuk terus membuka dan menguatkan program studi yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja digital.
2. Penguatan Jalur UM-PTKIN: Optimalisasi sosialisasi seleksi nasional terpadu untuk menjangkau calon mahasiswa secara lebih luas.
3. Peningkatan Mutu Layanan: Menata keunggulan kompetitif tiap-tiap kampus keagamaan negeri agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Rektor UIN Banten Prof. Dr. Muhammad Ishom, M.A. menuturkan, sebagai salah satu UIN dengan akar sejarah panjang sejak tahun 1961, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memegang peran penting sebagai pelopor pendidikan tinggi Islam di wilayah barat Pulau Jawa.

“Dalam forum ini, UIN Banten bersama UIN lainnya di Indonesia diajak untuk terus menjadi pilar penopang mutu akademis, akselerasi tata kelola lembaga, serta menjadi mitra pendamping bagi alih bentuk institusi-institusi keagamaan Islam yang sedang berkembang,” tuturnya.