HumasUIN – Dalam upaya memperkuat sataus BLU, Rektor UIN Banten dengan jajarannya mengadakan Rapat koordinasi dengan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan Umum (BLU). Rapat digelar di Ruang Rapat Biro SDM Kementerian Agama RI, Selasa (7/1/2026) dengan agenda utama membahas penguatan tata kelola BLU serta strategi peningkatan kinerja institusi ke depan.
Rektor UIN SMH Banten Prof Ishom mengatakan, UIN Banten termasuk satuan kerja yang lebih awal ditetapkan sebagai BLU. Namun, ia mengakui capaian kinerja BLU belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karena itu, kehadiran Dewas yang baru diharapkan dapat menjadi pengungkit perbaikan kinerja dan nilai BLU UIN SMH Banten.
Meski demikian, Prof Ishom menyampaikan adanya perkembangan positif pada aspek tata kelola. Nilai maturity rating BLU UIN SMH Banten pada 2024 tercatat sebesar 2,9, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berada pada angka 2,09. “Ini menjadi modal awal untuk mendorong peningkatan kinerja yang lebih terukur,” ujarnya.

Ketua Dewas UIN SMH Banten, Rohman Basori, menekankan pentingnya rapat koordinasi sebagai sarana perkenalan sekaligus penguatan sinergi antara Dewas dan pimpinan universitas. Menurut dia, Dewas memiliki peran strategis dalam memberikan masukan, saran, serta evaluasi, baik pada aspek akademik maupun nonakademik.
Rohman Basori juga menyampaikan visinya untuk mendekatkan UIN SMH Banten dengan Kementerian Agama pusat. Ia mendorong agar sumber daya manusia UIN Banten dipersiapkan untuk terlibat aktif dalam berbagai peran strategis di tingkat nasional, seperti reviewer penelitian. Ia menegaskan, persaingan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) bersifat nasional sehingga diperlukan mental dan kinerja yang kompetitif.

Selain itu, Rohman menyoroti posisi UIN SMH Banten yang masih berada pada kategori middle class BLU. Menurutnya, universitas perlu melakukan diversifikasi pendapatan melalui penguatan unit-unit bisnis. Ia juga mendorong peningkatan prestasi mahasiswa, kualitas publikasi ilmiah, serta pemetaan aspek penilaian BLU secara lebih sistematis.
Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Ali Muhtarom, memaparkan sejumlah langkah pengembangan bisnis yang sedang berjalan. Di antaranya penyusunan tarif ruko hasil revitalisasi Kampus I, pengembangan klinik yang direncanakan bekerja sama dengan BPJS, serta pengelolaan parkir melalui kerja sama dengan Jasamarga. Selain itu, terdapat unit bisnis lain seperti kantin, training center, dan daycare.
Menanggapi pemaparan tersebut, Rohman Basori merekomendasikan peningkatan kualitas unit bisnis yang telah ada, termasuk pengembangan klinik menjadi klinik pendidikan yang kompetitif. Ia juga mengusulkan pengembangan toko merchandise serta pengelolaan parkir yang tidak membebani mahasiswa, dengan skema yang terintegrasi dalam komponen UKT.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN SMH Banten, Zaenuri, menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola keuangan BLU yang transparan dan terintegrasi. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pendapatan dan belanja BLU serta evaluasi berkala terhadap seluruh unit bisnis. Dalam kesempatan yang sama, anggota Dewas Wilda Farah mengingatkan pentingnya penguatan aspek kepatuhan dan percepatan penyusunan Renstra 2025 agar selaras dengan kebijakan Kementerian Agama.