HumasUIN – UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Pedoman Pengelolaan Anggaran (PPA) di Hotel Aston Cilegon Boutique. Kegiatan strategis yang berlangsung sejak tanggal 12 hingga 14 Agustus 2026 ini mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Anggaran Mewujudkan Tata Kelola yang Efektif, Efisien, dan Akuntabel”.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd., M.Ec.Dev., CRMP. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan universitas, meliputi Kepala Biro AUPK, para Wakil Rektor, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Fakultas, perwakilan Bagian Keuangan dan Umum, serta tamu undangan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., memberikan penekanan kuat pada perubahan paradigma pengelolaan keuangan di lingkungan kampus. Rektor menjelaskan bahwa masih banyak pihak yang menganggap pengelolaan keuangan sebatas berfokus pada cara membelanjakan dana dan menyusun laporan pertanggungjawaban. Padahal, esensi dari pengelolaan keuangan adalah sebuah sistem terpadu yang mencakup perencanaan, penganggaran, pembelanjaan, pendapatan, hingga tahapan evaluasi secara komprehensif.
Rektor mencontohkan pandangan ekonomi Islam berdasarkan pemikiran Ibnu Khaldun untuk memperkuat argumennya tentang dampak anggaran. “Bicara tentang pengelolaan keuangan yang berdampak, di dalam mukadimah Ibnu Khaldun terdapat pembahasan terkait nilai uang. Dalam Islam, uang bukan sekadar alat tukar transaksi, tetapi merupakan instrumen untuk menilai kinerja,” tegas Prof. Muhammad Ishom Rabu Malam, (12/08/2026).
Lebih lanjut, Rektor mengilustrasikan penerapan anggaran yang berorientasi pada hasil nyata. Rektor menjabarkan bahwa ketika sebuah unit kerja diberikan alokasi dana miliaran rupiah, fokus utamanya bukan hanya pada penyerapan anggaran, melainkan sejauh mana dana tersebut mampu meningkatkan kinerja. Hal ini dapat diukur dari parameter konkret, seperti jumlah jurnal internasional bereputasi yang dihasilkan oleh dosen maupun pelaksanaan program dosen tamu.
Untuk menjaga akuntabilitas, pimpinan universitas menegaskan komitmennya terhadap kepatuhan hukum. “Selesaikan sesuai dengan aturan dan jangan sampai melanggar. Itu adalah rumus yang paling aman,” ucap Rektor memberikan instruksi tegas kepada seluruh pejabat pembuat komitmen dan pelaksana anggaran di lingkungan UIN SMH Banten.
Selain menyoroti aspek kepatuhan, Rektor juga mengevaluasi status Badan Layanan Umum (BLU) UIN SMH Banten yang saat ini berada di peringkat ke-22. Posisi tersebut memacu pihak rektorat untuk terus mengejar target capaian kinerja BLU dan menyempurnakan berbagai kendala administratif. Rektor mengakui bahwa pengetatan regulasi internal sengaja dilakukan agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar membawa dampak signifikan terhadap kemajuan institusi.
Terkait dengan upaya peningkatan pendapatan institusi, Rektor mendorong seluruh pimpinan dan fakultas untuk lebih inovatif dalam menggali sumber pendanaan baru yang sah secara hukum. Kampus dituntut mampu mengoptimalkan potensi dan aset yang dimiliki secara profesional sebagai alternatif pemasukan utama, sehingga institusi tidak selalu bertumpu pada wacana kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berpotensi membebani mahasiswa.
Menutup arahannya, Rektor berharap draf pedoman pengelolaan keuangan yang telah disusun oleh tim internal dapat dibahas secara mendalam dan disesuaikan dengan regulasi mutakhir selama agenda PPA berlangsung. Setelah dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari Dr. H. Ahmad Hidayatullah yang mengupas tuntas strategi optimalisasi pengelolaan anggaran guna mendukung pencapaian tujuan organisasi di lingkungan Kementerian Agama.