HumasUIN – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar acara Sosialisasi Sistem Manajemen Mutu ISO 21001:2025 yang berlangsung di Gedung Rektorat pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Rektor UIN SMH Banten, para Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II, para Dekan dan Wakil Dekan, para Ketua Lembaga, serta pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan UIN SMH Banten.
Ketua LPM UIN SMH Banten Dr. Zaki Ghufron, dalam sambutannya menekankan bahwa agenda sertifikasi ISO ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen civitas akademika, bukan semata-mata tugas institusi penjaminan mutu. Dirinya meminta dukungan penuh dari para Dekan, Wakil Dekan, hingga unit-unit kerja terkait demi suksesnya implementasi standar manajemen pendidikan internasional tersebut.
“Hari ini adalah momentum penguatan komitmen bersama. Kami menargetkan proses sosialisasi, pendampingan teknis, hingga audit berjalan lancar sehingga pada Oktober atau November mendatang UIN SMH Banten sudah berhasil meraih sertifikasi resmi,” ujar Dr. Zaki.
Sementara itu, Rektor UIN SMH Banten Prof. Muhammad Ishom menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas dimulainya langkah strategis ini. Rektor menegaskan pentingnya kontinuitas budaya mutu dan kesiapan menghadapi tantangan akreditasi perguruan tinggi ke depan.
Dalam pengarahannya, Rektor menyampaikan tiga alasan utama mengapa sertifikasi ISO sangat penting bagi UIN SMH Banten:
Pertama, Rektor menekankan bahwa penerapan ISO menjadi tolok ukur layanan yang terukur. “Penerapan standar ISO menjadi tolok ukur yang jelas bagi kita untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta tata kelola administrasi secara konsisten,” ujarnya.
Kedua, Rektor juga mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar tidak cepat berpuas diri, Ia mengibaratkan civitas akademika seperti seorang atlet. “Kita ibarat atlet yang harus terus berlatih dan tidak boleh terlalu lama beristirahat, agar performa organisasi tetap terjaga optimal,” tutur Rektor.
Ketiga, Rektor menilai sistem manajemen mutu yang rapi memudahkan kesiapan dokumen akreditasi. “Dengan sistem manajemen mutu yang tertata rapi setiap tahun, penyusunan dan pengarsipan dokumen tidak akan lagi menjadi beban mendadak saat kita menghadapi Audit Mutu Internal (AMI) maupun Akreditasi Perguruan Tinggi (APT),” tambahnya.
Selain mendorong implementasi ISO 21001:2025 yang berfokus pada Organisasi Pendidikan (Educational Organizations Management System/EOMS), Prof. Ishom juga mengarahkan agar sertifikasi diselaraskan dengan standar pendukung lainnya.
“Saya mendorong agar sertifikasi ini dilanjutkan atau diselaraskan dengan ISO 9001 demi efisiensi dan cakupan standar yang lebih komprehensif,” jelasnya.