HumasUIN – Akademisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Iffan Ahmad Gufron, berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Iffan dinobatkan sebagai salah satu Peserta Terbaik dalam program Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional yang diselenggarakan di Hotel Asida, Batu, Jawa Timur, pada 1 hingga 7 Agustus 2026.
Kegiatan berskala nasional tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis dari berbagai pihak yang menaruh perhatian besar pada kualitas tata kelola ibadah ke Tanah Suci. Penyelenggara utama acara ini adalah Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Jawa Timur yang bekerja sama dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung serta Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur.
Program sertifikasi ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bagian dari langkah strategis dalam penguatan kompetensi para pembimbing jemaah. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap pembimbing mampu memberikan pelayanan ibadah secara profesional, terukur, dan sesuai dengan syariat agama.
Capaian predikat terbaik ini sekaligus mengukuhkan kapasitas Iffan sebagai salah satu pembimbing yang telah memenuhi standardisasi mutu resmi. Standardisasi tersebut diatur secara ketat oleh kementerian terkait guna menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kekhusyukan para jemaah selama menjalankan ibadah haji maupun umrah di Tanah Suci.
Prestasi yang diraih oleh akademisi ini mendapat sorotan positif dan apresiasi tinggi dari pimpinan kampus. Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan salah satu dosennya yang mampu bersaing dan membuktikan kualitas keprofesiannya di kancah nasional.
Secara khusus, Rektor menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah cerminan dari kualitas sumber daya manusia yang senantiasa didorong oleh pihak universitas. “Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas predikat lulusan terbaik yang diraih oleh Saudara Iffan Ahmad Gufron. Ini membuktikan bahwa dosen UIN SMH Banten tidak hanya unggul secara teori di dalam kelas, tetapi juga diakui kompetensi profesionalnya oleh lembaga negara dan organisasi keagamaan untuk terjun langsung melayani umat,” ujar Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A.
Dengan bekal lisensi profesional tersebut, Iffan kini memegang peran strategis untuk menjembatani keterlibatan akademisi dalam ranah pengabdian keagamaan secara lebih terukur. Keterlibatan ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas bimbingan ibadah masyarakat luas yang membutuhkan pendampingan kompeten.
Iffan Ahmad Gufron menyatakan bahwa ilmu yang didapatkannya selama masa sertifikasi akan langsung diintegrasikan ke dalam ekosistem kampus. “Pengalaman praktis dan studi kasus riil yang saya dapatkan dari lapangan akan segera saya jadikan bahan pengayaan materi pembelajaran di ruang kelas, khususnya pada mata kuliah yang berkaitan dengan praktik ibadah agar mahasiswa mendapat gambaran yang lebih komprehensif,” tutur Iffan.
Bagi lingkungan perguruan tinggi, kompetensi baru ini memiliki relevansi erat dengan penajaman pilar Tridharma Perguruan Tinggi, terutama di bidang penelitian dan pengabdian. Ruang kajian seputar problematika pelayanan jemaah kini kian terbuka lebar untuk dikonversikan menjadi program-program pembinaan manasik haji dan umrah yang menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Pada akhirnya, capaian ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya berkelanjutan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam mendorong penguatan kompetensi para dosen. Institusi berharap agar setiap akademisi terus berkembang dan melampaui batasan ruang akademik, sehingga kehadirannya selalu memberikan manfaat dan pengabdian nyata di tengah-tengah masyarakat.