FadaNews – Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar acara Yudisium Semester Genap tahun Akademik 2025/2026 yang bertempat di Aula Lantai 3 Fakultas Dakwah. Acara ini secara resmi melepas ratusan mahasiswa untuk terjun ke tengah masyarakat.
Sebanyak 173 peserta mengikuti yudisium pada tahun ini. Rincian peserta terdiri dari 71 mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 75 mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI), dan 27 mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).
Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Dekan, Wakil Dekan, para Ketua dan Sekretaris Prodi, hingga staf jurusan.
Dalam amanatnya, Dekan Fakultas Dakwah UIN SMH Banten, Prof. Dr. Endad Muasaddad, mengingatkan para yudisiawan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan garis awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
“Di kampus, nilai saudara ditentukan oleh dosen. Namun ketika terjun ke masyarakat, nilai saudara ditentukan oleh masyarakat itu sendiri, dan di sana tidak ada ‘syafaat’ atau bantuan nilai. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Itulah filosofi pendidikan di Fakultas Dakwah,” ujar Prof. Endad.
Prof. Endad menyoroti tantangan zaman yang berubah sangat cepat, ditandai dengan kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), disrupsi digital, krisis moral, krisis informasi, hingga persoalan lingkungan hidup. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa paradigma dakwah saat ini tidak lagi cukup hanya dilakukan dari atas mimbar.
“Dakwah harus hadir melalui karya, keteladanan, pelayanan, pemberdayaan masyarakat, literasi digital, hingga riset dan inovasi. Seorang sarjana dakwah bukan hanya sekadar menyampaikan pesan, tetapi juga membangun peradaban,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Endad menjabarkan peran strategis masing-masing lulusan di tengah masyarakat. Lulusan KPI didorong untuk menjadi komunikator publik yang mampu menghadirkan informasi yang benar dan mencerahkan. Lulusan BKI diharapkan menjadi konselor profesional yang berempati, sementara lulusan PMI dituntut menjadi agen pemberdayaan masyarakat yang partisipatif.
Ia juga menambahkan bahwa tindakan sehari-hari seperti bekerja dengan jujur, membantu mengentaskan kemiskinan, mendamaikan konflik keluarga, hingga mengedukasi masyarakat agar bijak bermedia sosial, adalah wujud nyata dari dakwah.
Menyinggung pengembangan fakultas ke depan, Prof. Endad membocorkan rencana kehadiran program studi baru di bidang Manajemen yang ditargetkan akan segera beroperasi dalam dua tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan visi Fakultas Dakwah UIN SMH Banten untuk menjadi fakultas yang unggul dan terkemuka di bidang ilmu dakwah dan ilmu sosial di tingkat internasional.
“Jadikan ilmu yang diamalkan sebagai amal jariyah. Allah berfirman, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman’,” pesannya memotivasi para lulusan.
Di penghujung acara, Prof. Endad menutup sambutannya dengan membacakan sebuah pantun sebagai pesan moral bagi para sarjana baru, bahwa sarjana sejati bukanlah mereka yang hanya menyandang gelar tinggi, melainkan mereka yang mampu memberi manfaat nyata bagi kehidupan umat.