LP2M UIN SMH Banten Gelar Diskusi Kajian Ilmiah tentang Cimande dan Debus dalam Perspektif Eurocentris

HumasUIN – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kembali menggelar Diskusi Kajian Ilmiah bertajuk “Cimande & Debus from a Eurocentric Perspective” pada Kamis (25/6/2026). Bertempat di Lantai 3 Gedung Rektorat UIN SMH Banten, kegiatan yang berlangsung ini terbuka untuk umum dan sukses menarik perhatian para akademisi, mahasiswa, peneliti, serta pegiat budaya Banten.

Diskusi ilmiah ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Randy van Zicchem dari Anton de Kom University of Suriname. Dalam pemaparannya, Prof. Randy mengulas secara mendalam tradisi Cimande dan Debus dari sudut pandang Eurosentris, yaitu perspektif masyarakat Eropa serta cara pandang yang berkembang dalam tradisi keilmuan Barat terhadap budaya-budaya di luar dunia Barat. Kajian ini berhasil membuka ruang refleksi kritis mengenai bagaimana warisan budaya Nusantara, khususnya Banten, dipahami, direpresentasikan, serta ditafsirkan dalam berbagai literatur internasional.

Jalannya acara dipandu oleh budayawan Banten, Sulaiman Djaya, yang bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif seiring banyaknya pertanyaan serta tanggapan dari para peserta. Pembahasan mencakup sejarah Debus, pergeseran fungsi Debus antara seni bela diri atau sekadar hiburan, hingga dinamika para peneliti Eropa dalam mempelajari Debus dari fase tradisional ke modern. Selain itu, forum juga membedah teknik serta metode ilmiah yang digunakan untuk menjelaskan fenomena Debus secara sains.

Ketua LP2M UIN SMH Banten, Prof. Mufti Ali, Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya acara ini sebagai jembatan akademis untuk melihat potensi lokal dalam skala global. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LP2M untuk memperkuat budaya akademik sekaligus memperluas perspektif kajian mengenai khazanah budaya lokal,” ujar Prof. Mufti Ali.

Sinergi pembahasan budaya ini turut diperkuat oleh penjelasan dari Ketua Debus Banten yang memaparkan kilas balik sejarah serta keterikatan antara seni Debus dan bela diri. “Debus sudah ada sejak zaman Sultan Ageng Tirtayasa. Mengenai keahliannya, orang yang bisa silat belum tentu bisa Debus, tetapi orang yang bisa Debus sudah pasti bisa silat,” pungkas Ketua Debus Banten.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323