FTIK UIN SMH Banten Kukuhkan 995 Guru Profesional Pada Yudisium Batch 4 Tahun 2025

HumasUIN – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten secara resmi meluluskan 995 guru profesional dalam acara Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Batch 4 untuk Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Agenda sakral tersebut diselenggarakan secara bauran (hybrid), dengan pusat kegiatan luring bertempat di Convention Hall Kampus 2 UIN SMH Banten, Serang, pada Rabu (24/06/2026).

Acara monumental ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Tampak hadir Rektor UIN SMH Banten, Wakil Rektor I, II, dan III, Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, serta Dekan, Wakil Dekan I, II, III, dan Kabag FTIK beserta seluruh jajaran pengelola Program Studi PPG FTIK UIN SMH Banten.

Dalam laporan dan sambutannya, Dekan FTIK UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Subhan, M.Ed., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kelulusan para peserta PPG. Ia menjelaskan bahwa tingkat kelulusan pada periode ini sangat tinggi, mencapai angka 99,59 persen. Dari total peserta, sebanyak 995 orang dinyatakan lulus, sementara hanya empat orang yang belum berhasil karena kendala teknis administrasi dalam proses unggah dokumen tugas.

Prof. Dr. H. Subhan, M.Ed. menyampaikan bahwa perjuangan para guru untuk mencapai titik ini sangat luar biasa, bahkan sebagian besar dari mereka berinisiatif secara mandiri untuk menyelenggarakan tasyakuran yudisium ini. Ia mengingatkan bahwa esensi utama dari kelulusan ini adalah transformasi performa mengajar di dalam kelas, bukan sekadar urusan administratif keuangan semata.

“Profesionalisme yang sudah saudara-saudara raih itu berkorelasi dengan kinerja. Kinerja di depan murid, di depan kelas itu harus menunjukkan betul-betul profesional, berbeda dengan sebelum PPG,” tegas Subhan di hadapan ratusan lulusan yang hadir.

Lebih lanjut, Subhan menguraikan bahwa guru modern tidak boleh lagi hanya terjebak dalam pola pengajaran masa lalu yang sekadar memindahkan pengetahuan formal ke peserta didik. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat agar esensi ilmu dapat meresap ke dalam sanubari para siswa.

“Transfer of knowledge itu kerjaan guru masa lalu. Bukan hanya pengetahuan yang harus kita transfer ke mereka, itu hanya satu aspek kognitif saja. Tetapi kita harus mentransfer nilai-nilai; nilai tanggung jawab, nilai kejujuran, nilai amanah, nilai keberanian, nilai profil pemuda Pancasila,” tambahnya secara langsung. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pendidik yang selalu dirindukan oleh murid-muridnya melalui pengajaran yang tulus.

Peserta pengukuhan kali ini menunjukkan sebaran geografis yang sangat luas. Selain peserta dari wilayah Provinsi Banten yang hadir secara langsung di lokasi, ratusan peserta lainnya mengikuti prosesi secara daring dari berbagai pelosok tanah air, mulai dari Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Aceh, hingga Bali.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., dalam amanatnya memberikan ucapan selamat sekaligus suntikan motivasi bagi para guru profesional baru, yang mayoritasnya merupakan bagian dari ekosistem pendidikan madrasah, mulai dari jenjang MI, MTs, hingga MA. Ia mengapresiasi pencapaian kelulusan fantastis ini sebagai prestasi bersama antara universitas sebagai lembaga penyelenggara dan ketekunan para peserta.

Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A. menggarisbawahi bahwa posisi seorang pendidik, terutama guru madrasah, menempati kedudukan atau makam yang sangat mulia di sisi agama, bahkan disejajarkan secara khusus dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an setelah penyebutan kesaksian Allah dan para malaikat-Nya. Menurutnya, besaran tunjangan profesi yang nantinya diterima tidak akan pernah sebanding dengan nilai kemuliaan spiritual yang melekat pada profesi guru.

“Terlepas bapak dan ibu nanti menjadi guru profesional yang akan mendapatkan tunjangan sertifikasi, tetapi satu hal yang perlu kita ingatkan semua bahwa tunjangan sertifikasi yang nanti diterima itu tidaklah seberapa dibandingkan dengan derajat dan makamnya seorang guru madrasah,” ujar Ishom dalam sambutannya.

Rektor juga memaparkan pandangan spiritualnya mengenai korelasi kesuksesan anak dengan profesi orang tua sebagai guru. Ia meyakini bahwa dedikasi, keikhlasan, dan keprihatinan atau tirakat seorang guru dalam mendidik anak-anak orang lain di kelas akan menjadi pembuka jalan keberkahan bagi keturunan mereka sendiri untuk tumbuh menjadi generasi yang hebat dan sukses di masa depan.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi dan pengakuan nyata terhadap kemuliaan profesi pendidik di era digital ini, Rektor mengambil kebijakan khusus yang tidak biasa bagi dokumen kelulusan para peserta PPG Batch 4 ini. Di tengah maraknya penggunaan tanda tangan elektronik, ia memilih untuk memberikan sentuhan personal pada setiap lembar sertifikat kelulusan.

“Sebagai wujud saksi tentang kemuliaan profesi guru, semua sertifikat bapak dan ibu yang nanti diterima semuanya ditandatangani secara basah. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat buat bapak dan ibu semua untuk senantiasa mengabdi kepada bangsa, negara, dan agama kita tercinta,” tutup Ishom disambut hangat oleh seluruh hadirin.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323