HumasUIN – Daycare Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten sukses menyelenggarakan acara pentas seni dan kreativitas anak didik di Multifunction Hall pada Senin, (15/06/2026).
Acara yang menandai genap satu tahun berdirinya Daycare ini bertujuan sebagai wadah pengembangan kreativitas, bakat, serta potensi anak usia dini. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Biro AAKK UIN SMH Banten, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Ketua Daycare, mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), serta para wali peserta didik.
Dalam sambutannya, Ketua Daycare UIN SMH Banten, Dr. Yayah Rukhiyah, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan satu tahun Daycare dan Ruang Ramah Anak (RRA).

“Hari ini kita bisa menggelar acara Pentas Seni dan Kreativitas. Informasi yang pertama tentunya hari ini daycare dan RRA sudah berusia 1 tahun. Alhamdulillah Januari kemarin kita ulang tahun dan tentunya ini adalah bentuk kebahagiaan kami menggelar Pentas Seni. Dan tentunya kenapa kami menggelar Pentas Seni ini? Karena memang anak itu perkembangannya detik tiap detik, jam demi jam, hari demi hari pasti ada perubahan. Dan tentunya perubahan ini kalau tidak diteliti, tidak diperhatikan itu akan lewat. Nah kita kembali kepada yang disebut golden age. Jadi golden age itu sebetulnya ada di usia 0-8 tahun. Masa ini adalah masa emas dan masa ini tidak bisa kembali. Jadi investasi terbesar adalah di usia 0-8 tahun. Jadi kalau bapak dan ibu abai pada usia ini, investasi itu akan hilang begitu saja,” ujar Dr. Yayah Rukhiyah.
Dr. Yayah Rukhiyah juga menjelaskan mengenai perkembangan jumlah peserta didik dan pembatasan yang dilakukan demi menjaga kualitas pelayanan.
“Jumlah daripada peserta didik kami daycare sekarang ini alhamdulillah dari 3 anak, kami merintis alhamdulillah sekarang sudah 20 anak. Kemudian untuk RRA kami terus untuk meningkatkan karena awal kita ada sembilan peserta didik. Dan alhamdulillah tentunya kami hari ini sudah utilis sedikit untuk yang daycare. Karena kami tidak akan menerima banyak dulu kalau misalnya pengajarnya sudah sesuai rasio atau belum. Jadi kami sesuaikan dengan rasio, supaya kami juga menjaga mutu dan kualitasnya,” tambahnya.
Apresiasi mendalam turut datang dari perwakilan wali peserta didik, Bunda Nyabril. Pihaknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengelola dan seluruh dewan guru yang telah bersabar membimbing anak-anak selama setahun terakhir.

“Kami ingin berterima kasih yang sangat besar juga kepada Ibu Kepala Sekolah, Ibu Yayah. Tentu saja juga para dewan guru yang sudah berjiwa guru, bersabar setiap harinya bersama putra-putri kami selama hampir satu tahun ini. Tentu, mendidik bersama anak-anak yang masih di bawah usia ini itu tidak mudah. Karena jasa bapak dan ibu semua tentu sangat berharga untuk perkembangan putra dan putri kami. Sedih rasanya karena setahun singkat sekali. Kami ingat sekali ketika pertama kali kami memasukkan putra-putri kami ke sini, menangis gitu ya, tidak mau ditinggal. Kemudian berkat kerjasama dan kolaborasi antara wali murid dan juga para dewan guru, mereka anak-anak betah, sangat betah, bahkan sering bertanya apakah sekolah hari ini masuk. Tentu itu semua karena rasa betah dan rasa cinta anak-anak terhadap lingkungan sekolah,” ungkap Bunda Nyabril sembari memimpin penyerahan cenderamata dari komite sekolah kepada para guru.

Di sisi lain, Kepala Biro AAKK UIN SMH Banten, Dr. Hj. Siti Aminah, M.Pd.I., memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga kualitas pengasuhan dan keamanan anak, khususnya pada usia daycare yang membutuhkan kesabaran ekstra.
“Perlu diketahui bersama bahwa ini adalah satu tahun dari RA dan Daycare. Tetapi yang penting adalah bagaimana Bapak Ibu Guru yang ada ini bisa membantu membina anak-anak. Terutama yang daycare, karena daycare itu mempunyai pola yang dia itu gak bisa bilang. Jadi kesabaran Bapak Ibu yang berkaitan dengan daycare ini itu harus lebih tinggi sabarnya. Kita kan sangat banyak mendengar ya, Bapak Ibu sekalian, terutama Bapak Ibu Wali Murid, banyak kejadian-kejadian di luar sana. Itu kita sangat miris, nah kita tidak ingin apa yang terjadi di sini terjadi juga. Makanya Bapak Ibu di sini kan ada komite. Komite itu memantau aktivitas, kita tidak berprasangka negatif kepada Bapak Ibu Gurunya, tetapi kita harus mengawasinya. Karena anak-anak daycare itu membutuhkan binaan yang sangat intens,” papar Dr. Hj. Siti Aminah.
Dr. Hj. Siti Aminah juga menekankan pentingnya pemahaman psikologi anak bagi para pengajar di lingkungan UIN SMH Banten seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat.

“Guru-guru yang ada di sini itu pun harus punya psikologi untuk menghadapi anak-anak seperti ini harus bagaimana. Anak-anak yang tantrum itu harus bagaimana, anak-anak yang tiba-tiba menangis, yang marah itu harus bagaimana, itu yang harus dipelajari. Tapi setelah masuk kampus ini, alhamdulillah banyak kepercayaan dari Bapak Ibu wali murid yang memilih anak-anaknya untuk dititip dan dibina di Daycare dan RA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Selamat untuk tim dari Ketua, dari Dewan Guru, dari Dewan Orang Tua Komite, serta juga Dharma Wanita juga perlu ikut membina dan sekali-sekali bisa melihat perkembangan di sini,” pungkasnya.
