FadaNews – Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bekerjasama dengan Kantor Bahasa Provinsi Banten menggelar kegiatan Krida Duta Bahasa melalui Lokakarya Penulisan Esai bagi Generasi Muda.
Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Dakwah ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Endad Musaddad, dan dihadiri oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Devyanti Asmalasari, S.S., M.Pd., serta puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan bahasa Indonesia kepada generasi muda. Ia menyoroti fenomena saat ini di mana masih banyak ruang publik dan dokumen resmi yang belum mengutamakan bahasa Indonesia, padahal bahasa nasional merupakan salah satu simbol kedaulatan bangsa.
“Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menentukan nasib bahasa bangsa ini. Kami berharap mahasiswa dapat memegang teguh Trigatra Bangun Bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ujar Devyanti dalam sambutannya.
Melalui lokakarya ini, para mahasiswa ditantang untuk menuangkan ide, gagasan, dan perspektif mereka terkait pemartabatan bahasa ke dalam bentuk esai. Devyanti menyebutkan, Kantor Bahasa akan memberikan apresiasi berupa sertifikat kepada 15 esai terbaik.
“Selain sertifikat, 10 tulisan terbaik akan kami kirimkan untuk bersaing di tingkat nasional dibandingkan dengan tulisan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Juara pertama di tingkat nasional akan mendapatkan uang pembinaan sekitar Rp5 juta,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah UIN SMH Banten, Prof. Endad Musaddad, menekankan urgensi keterampilan menulis di era reformasi dan transformasi digital. Menurutnya, menulis bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kewajiban bagi setiap akademisi dan calon pemimpin masyarakat.
“Pemikiran dapat diwariskan dan perubahan sosial dapat digerakkan melalui tulisan yang berkualitas. Sebagaimana para ulama terdahulu meninggalkan warisan ilmu melalui karya tulisnya, mahasiswa saat ini juga harus mampu menuangkan solusi atas persoalan masyarakat melalui esai,” tegas Prof. Endad.
Lebih lanjut, Prof. Endad memotivasi para mahasiswa untuk tidak main-main dalam mengikuti kompetisi kepenulisan. Ia mencontohkan besarnya apresiasi dalam ajang karya tulis ilmiah tingkat nasional, seperti hadiah ratusan juta rupiah, sebagai pemicu semangat agar mahasiswa Fakultas Dakwah berani berprestasi dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.