HumasUIN – Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag., mendorong Fakultas Sains UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan Pengembangan SDM, Sarana Prasarana dan Budaya Kerja Yang Profesional dan Bertanggungjawab dalam Rapat Kerja yang digelar oleh Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Grand Serpong Hotel Tangerang pada Selasa malam (28/04/2026).
Dalam paparannya, Dr. Ruchman Basori menjelaskan bahwa dinamika perubahan zaman yang dipicu oleh Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut adaptasi yang cepat dari seluruh elemen pendidikan. Ia menekankan bahwa disrupsi teknologi saat ini memaksa lahirnya berbagai profesi baru sekaligus mengancam eksistensi pekerjaan konvensional, sehingga penguatan literasi digital dan moderasi beragama menjadi krusial.
“Gen Z adalah bahan bakar utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Namun, kita menghadapi tantangan besar, mulai dari adopsi digital yang belum merata hingga literasi moderasi beragama yang harus terus diperkuat di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Ruchman.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah transformasi tata kelola beasiswa melalui PUSPENMA yang kini menjadi pusat pengelolaan pembiayaan pendidikan yang terintegrasi, profesional, dan akuntabel berdasarkan regulasi terbaru. Lembaga ini kini mengelola tiga pilar utama yang mencakup beasiswa dan bantuan pendidikan seperti Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk jenjang S1 hingga S3, program investasi pengembangan SDM, serta alokasi dana riset kolaboratif.
Terkait hal ini, Ruchman menegaskan bahwa pendidikan adalah faktor pengganda tertinggi bagi ekonomi, yakni sebesar 8,2 kali lipat, sehingga melalui BIB pemerintah menargetkan peningkatan signifikan pada jumlah dosen bergelar Doktor, terutama di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Ruchman juga menyoroti data mengenai rendahnya rasio lulusan magister dan doktor di Indonesia yang baru mencapai 0,53 persen terhadap populasi produktif, angka yang masih tertinggal dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara. Ia menyatakan bahwa tantangan strategis untuk beberapa tahun ke depan harus dihadapi dengan langkah taktis, mulai dari digitalisasi pelayanan akademik hingga upaya internasionalisasi melalui akreditasi global.
Menurutnya, penguatan sarana prasarana seperti laboratorium dan perpustakaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam membangun budaya kerja yang profesional agar mampu bersaing di tingkat dunia.
Sebagai penutup, diumumkan pula jadwal pendaftaran beasiswa untuk periode tahun 2026 yang direncanakan akan dibuka mulai awal April hingga akhir Mei mendatang. Masyarakat dan civitas akademika diimbau untuk segera mempersiapkan dokumen akademik serta persyaratan kompetensi bahasa agar dapat memanfaatkan peluang ini dengan maksimal.
“Kita harus membangun budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab. Hanya dengan SDM yang unggul dan menguasai IPTEK, kita bisa memastikan Indonesia 2045 bukan sekadar mimpi, tapi realitas di mana kemiskinan menuju nol persen dan daya saing bangsa berada di puncak dunia,” pungkas Ruchman mengakhiri presentasinya.
