HumasUIN – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Program Studi Biologi dan Program Studi Kimia menjalani Asesmen Lapangan (AL) dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) . Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Selasa, (07/04/2026).
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Rektor UIN SMH Banten, para Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK, Direktur Pascasarjana, jajaran Dekan, Ketua LPM, serta pimpinan program studi terkait.
Mewakili tim asesor, Prof. Amin Setyo Leksono, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Universitas Brawijaya menjelaskan bahwa kehadiran mereka adalah sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu eksternal. Menurutnya, prodi di UIN SMH Banten sejatinya telah melakukan penjaminan mutu internal yang tertuang dalam dokumen instrumen LAMSAMA dari kriteria 1 hingga 9.

“Kami hadir di sini sebagai penjamin mutu eksternal. Selama ini Bapak dan Ibu melihat dari dalam diri sendiri, namun terkadang ada aspek-aspek atau kekurangan yang mungkin terlewatkan dalam penyusunan LED (Laporan Evaluasi Diri) dan LKPS (Laporan Kinerja Program Studi),” ujar Prof. Amin dalam sambutannya.
Dirinya menekankan bahwa proses asesmen ini bukanlah untuk menghakimi kualitas prodi, melainkan sebagai ruang komunikasi dan konfirmasi atas data yang telah dikirimkan sebelumnya.
“Kami di sini tidak menjustifikasi prodi harus bagaimana, tapi kami ingin mengomunikasikan dan mengklarifikasi dokumen yang ada. Kami memberikan kesempatan selama dua hari ini jika ada data yang perlu dilengkapi atau diperbaiki agar laporan kami ke LAMSAMA nanti benar-benar valid,” tambahnya.
Rektor UIN SMH Banten menyambut hangat perspektif tersebut. Beliau berharap asesmen ini menjadi wasilah bagi peningkatan kepercayaan publik. Rektor juga memaparkan prestasi kampus yang saat ini telah menduduki peringkat ke-9 di lingkungan PTKIN, naik dari posisi sebelumnya di peringkat ke-10.

“Dalam empat tahun ke depan, target kita adalah masuk dalam jajaran 5 besar PTKIN se-Indonesia,” tegas Rektor dengan optimis.
Selain membahas target peringkat, Rektor mengajak sivitas akademika untuk meneladani sosok Jabir bin Hayyan, ilmuwan ensiklopedis yang membangun laboratorium mandiri dengan dedikasi tinggi. Harapannya, Program Studi Biologi dan Kimia dapat menjadi “Kampus Berdampak” yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional, sesuai dengan visi Kementerian Agama.
Menutup sesi pembukaan, Prof. Amin Setyo Leksono berpesan agar suasana asesmen berlangsung secara kolegial dan tidak menegangkan. “Tidak usah tegang, posisi kami sama dengan Bapak dan Ibu sekalian. Saat ini kami hanya sedang menjalankan amanah untuk memotret kondisi riil di lapangan,” pungkasnya.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan agenda verifikasi dokumen, peninjauan sarana laboratorium, serta wawancara dengan pemangku kepentingan (stakeholders) prodi.