HumasUIN – Di era digital yang serba cepat, strategi publikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam menjangkau audiens. Hal ini dibuktikan dengan capaian luar biasa pada tahap pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk jalur seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2026 yang mengalami eskalasi signifikan.
Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 14.378 satuan pendidikan telah teregistrasi dalam sistem PDSS 2026. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 13.438 sekolah. Lonjakan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap PTKIN, sekaligus buah manis dari kerja keras jajaran kehumasan PTKIN di seluruh Indonesia.
Kinerja optimal tersebut menuai apresiasi tinggi dari Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I. Ia menegaskan bahwa humas adalah ujung tombak informasi dalam membangun reputasi institusi.

“Saya mengapresiasi kinerja humas PTKIN yang telah bekerja maksimal dalam mengawal proses seleksi mahasiswa baru tahun 2026. Humas menjadi garda terdepan dalam mendeliver informasi kepada masyarakat,” ujar Prof. Abdul Aziz saat membuka acara Konsolidasi Strategi Publikasi SPAN-PTKIN 2026 dan Pengembangan Konstruk di Tunjungan Ballroom, DoubleTree by Hilton, Surabaya, Rabu (11/02).
Lebih lanjut, beliau mendorong punggawa humas untuk terus memperkuat hubungan strategis dengan pemangku kepentingan, memantau dashboard pendaftaran secara real-time, serta memberdayakan alumni sebagai influencer.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menekankan pentingnya kreativitas dalam menyentuh audiens muda. Menurutnya, konten promosi harus relevan dengan karakteristik Generasi Z.
“Fokus kita saat ini adalah pendaftaran jalur SPAN-PTKIN. Maka, konten yang disajikan harus adaptif, kreatif, dan sesuai dengan pola komunikasi Gen Z,” jelasnya.
Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., turut memuji solidaritas humas yang ia sebut sebagai “The Power of Humas”. Ia mengajak seluruh insan humas untuk saling berbagi praktik terbaik (best practices) demi kesuksesan bersama.

“Melalui forum ini, kita berharap terbangun ekosistem humas PTKIN yang saling menguatkan jejaring dan melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ungkap Prof. Masnun.
Acara pembukaan tersebut ditutup dengan suasana hangat saat Ketua Forum membacakan sebuah pantun:
“Memanjat tinggi ke pohon aren, Mengambil nira dibuat gula, Kerja panitia sangat keren, Semoga bahagia dan sukses semua.”