HumasUIN – Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Desa (PkMPP) LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sukses menggelar pelatihan pengolahan pangan, public speaking, dan pembuatan konten kreatif bagi pelaku UMKM di Desa Sidamukti, Kecamatan Baros, pada Selasa (13/1/2026). Mengusung tema “UMKM Kreatif Usaha Produktif Keluarga Aktif”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal melalui digitalisasi dan standarisasi produk.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Baros yang hadir mewakili Camat setempat. Dalam sambutannya, Sekmat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak UIN Banten yang dinilai sangat peduli terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya menaruh harapan besar agar pendampingan ini tidak berhenti pada pengolahan pangan saja, melainkan berlanjut hingga pada aspek legalitas produk.
“Terima kasih dan apresiasi kepada UIN Banten yang begitu peduli dengan ekonomi rakyat. Harapannya bukan hanya pelatihan pengolahan pangan saja, namun kami berharap adanya peningkatan sertifikasi HALAL bagi para pelaku usaha di sini,” ujar Sekmat sembari menambahkan bahwa saat ini sudah ada 20 UMKM di Desa Sidamukti yang telah mengantongi sertifikat HALAL.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sidamukti juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena PkMPP LP2M UIN Banten telah memilih desanya sebagai lokus pengabdian. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi warga desa untuk lebih produktif dalam mengelola potensi lokal yang ada.
Ketua LP2M yang diwakili oleh Kepala Pusat PkMPP, saat membuka acara secara resmi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari spirit “Kampus Berdampak”. Ia menjelaskan bahwa indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah adanya perubahan taraf hidup dan kemandirian masyarakat, sehingga para pelaku UMKM tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah, melainkan mampu menjadi keluarga yang sejahtera secara mandiri.

“Kami berharap kegiatan ini berdampak nyata bagi pelaku UMKM. Ekonomi harus meningkat dan masyarakat tidak boleh terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah. Target kita adalah menciptakan keluarga mandiri dan sejahtera melalui inovasi usaha,” tegasnya.
Untuk memberikan bekal teknis, penyelenggara menghadirkan Sachrin, seorang konten kreator sekaligus alumni pascasarjana UNPAD yang konsen di bidang digital marketing. Dalam paparannya, Sachrin memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya kemasan produk yang menarik, teknik pemotretan menggunakan perangkat sederhana, hingga strategi promosi di media sosial.
Ia menjelaskan bahwa di era digital ini, pelaku UMKM harus memiliki visi yang luas agar produk mereka tidak hanya dikenal di level lokal kecamatan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang tepat akan membuka pintu bagi produk desa untuk menembus pasar nasional. “Pelaku UMKM harus tahu bagaimana membuat kemasan dan promosi medsos yang baik agar produk mereka diminati bukan sekadar lokal kecamatan, namun mampu menembus pasar nasional,” pungkas Sachrin.